Universitas Terbuka Bidik Satu Juta Mahasiswa dan World Class University
- 23 Agt 2026 17:40 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Universitas Terbuka (UT) terus memperluas jangkauan pendidikan tinggi seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap sistem pembelajaran jarak jauh. Secara nasional, jumlah mahasiswa UT kini sekitar 860 ribu orang dan ditargetkan mencapai satu juta mahasiswa pada tahun mendatang.
Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka, Prof. Dr. Maman Rumanta, M.Si., mengatakan perkembangan teknologi digital turut mengubah pola masyarakat dalam memilih pendidikan tinggi.
Menurutnya, pembelajaran jarak jauh yang sebelumnya lebih banyak dikaitkan dengan mahasiswa pekerja kini semakin diminati generasi muda.
"Secara umum UT sekarang sudah banyak diminati anak muda. Kalau kita lihat trennya, mahasiswa sekarang banyak yang berusia 25 tahun ke bawah," ujarnya, Sabtu 22 Agustus 2026.
Prof. Maman mengatakan perubahan tersebut semakin terlihat setelah pandemi Covid-19 yang mendorong masyarakat terbiasa dengan pembelajaran berbasis digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuat sistem pembelajaran ke depan semakin mengarah pada pembelajaran jarak jauh maupun model blended learning.
Ia mencontohkan jumlah mahasiswa UT di Jakarta yang telah mendekati 100 ribu orang sebagai salah satu gambaran meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan jarak jauh.
"Teman-teman sekarang sudah percaya bahwa UT bagus. Sekarang akreditasinya sudah unggul-unggul, berbeda dengan ketika UT baru pertama kali berdiri," katanya.
Selain memperluas jumlah mahasiswa, UT juga menargetkan penguatan posisi sebagai perguruan tinggi berkelas dunia. Pengembangan tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas akademik sekaligus perluasan akses pendidikan hingga ke luar negeri.
Prof. Maman menyebut UT saat ini telah memberikan akses pendidikan kepada masyarakat Indonesia di lebih dari 56 negara, terutama pekerja migran.
"UT sekarang dituntut menjadi world class university. Kami sudah menjangkau masyarakat bukan hanya di wilayah terluar, tetapi sampai ke luar negeri. Lebih dari 56 negara sudah kami berikan akses," ujarnya.
Di tingkat daerah, Direktur UT Mataram, Ronny Basista, Ph.D., mengatakan perluasan akses pendidikan menjadi bagian penting dari peran UT dalam mendukung pemerataan pendidikan di NTB.
Menurutnya, UT Mataram berupaya menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah yang sulit memperoleh akses ke perguruan tinggi konvensional.
"UT Mataram akan hadir dan selalu hadir menjangkau masyarakat yang mengalami masalah akses pendidikan tinggi," katanya.
Ronny mengatakan pemerataan tersebut tetap harus dibarengi dengan kualitas. UT tidak hanya mengejar perluasan jumlah mahasiswa, tetapi juga memastikan kualitas pendidikan melalui penguatan akreditasi dan standar akademik.
Sementara itu, pengembangan pendidikan UT juga diarahkan pada jenjang yang lebih tinggi. Prof. Maman mengatakan program magister dan doktor terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kompetensi masyarakat.
Di sisi lain, UT juga memperkuat kualitas lulusan melalui sertifikasi kompetensi dan pengembangan pembelajaran digital. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi UT menghadapi perubahan kebutuhan pendidikan tinggi dan dunia kerja.
Dengan perluasan akses, pengembangan jenjang pendidikan, pemanfaatan teknologi digital dan penguatan kompetensi lulusan, UT menargetkan pertumbuhan tidak hanya dari sisi jumlah mahasiswa, tetapi juga kualitas dan jangkauan layanan pendidikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....