LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia Perkuat Sinergi dengan Kemnaker RI

  • 16 Agt 2026 07:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram — Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kompeten Akademi Muda Indonesia memperkuat komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia dan perluasan akses ketenagakerjaan melalui audiensi dengan Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) di Jakarta, Selasa 11 Agustus 2026.

Audiensi tersebut menjadi momentum untuk memperluas jejaring kelembagaan sekaligus membuka peluang sinergi dalam pengembangan kompetensi, pelatihan kerja, sertifikasi, kemitraan, dan akses informasi pasar kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam pertemuan itu hadir Kepala Pusat Pasar Kerja Kemnaker RI R. Nurhidajat, S.E., M.Ec.Dev., serta Koordinator Pengembangan Kemitraan dan Jejaring Pasar Kerja Pusat Pasar Kerja Kemnaker RI Sigit Ary Prasetyo, S.E., M.A.P.

Sementara LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia diwakili Direktur Ivan Suaidi, S.Sos., M.M., bersama Afrida Fitriyani Sipahutar, M.A., Lelinawati Siregar, S.Sos., dan Dandie Lucky Maulana.

Direktur LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia Ivan Suaidi mengatakan, pengembangan sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui pelatihan. Kompetensi yang diperoleh peserta harus terhubung dengan kebutuhan dunia kerja, peluang karier, serta perkembangan industri.

“Kami ingin LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi menjadi jembatan bagi generasi muda untuk memiliki kompetensi, sertifikasi, jejaring, dan akses menuju dunia kerja serta karier yang lebih luas,” ujar Ivan, dalam siaran persnya, Minggu 16 Agustus 2026.

Menurut dia, pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antara pendidikan vokasi, lembaga pelatihan kerja, sertifikasi kompetensi, pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, serta kebutuhan pasar kerja.

Sementara itu, Kepala Pusat Pasar Kerja Kemnaker RI R. Nurhidajat menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi dinamika pasar kerja yang terus berubah. Tantangan ketenagakerjaan nasional, kata dia, membutuhkan keterlibatan lintas sektor sehingga tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi secara sendiri-sendiri.

Sementara itu, Sigit Ary Prasetyo menilai penguatan kompetensi tenaga kerja menjadi semakin penting seiring perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang turut mengubah jenis pekerjaan maupun kebutuhan keterampilan di dunia kerja. Kondisi tersebut membuat peningkatan kapasitas dan keterampilan tenaga kerja perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui pendidikan dan pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Sinergi antara lembaga pelatihan, pemerintah, dunia usaha dan dunia industri dinilai menjadi salah satu kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang adaptif dan mampu mengikuti perubahan pasar kerja.

Ivan mengatakan, lembaga pelatihan kerja di daerah memiliki posisi penting dalam memperluas pemerataan akses peningkatan kompetensi dan kesempatan kerja. Lombok dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia, terutama pada sektor pariwisata, ekonomi kreatif, teknologi digital, jasa, serta berbagai sektor ekonomi lainnya.

“Kami membawa semangat anak muda dari Lombok. Kami ingin membuktikan bahwa talenta daerah juga mampu bersaing di tingkat nasional dan global. Lombok bukan hanya tempat lahirnya destinasi wisata, tetapi juga harus menjadi tempat lahirnya talenta-talenta kompeten Indonesia,” katanya.

Karena itu, LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia berkomitmen menyiapkan talenta daerah agar tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global. Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membuka ruang kerja sama yang lebih luas, terutama dalam pengembangan kemitraan dan jejaring pasar kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta penguatan akses informasi ketenagakerjaan.

LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia juga mendorong generasi muda dan masyarakat pencari kerja untuk memanfaatkan berbagai layanan ketenagakerjaan yang disediakan pemerintah. Salah satunya melalui KarirHub Kemnaker RI yang menjadi bagian dari ekosistem layanan pasar kerja untuk mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja secara digital.

Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan Pasker ID sebagai pusat informasi dan layanan pasar kerja yang mempertemukan pencari kerja dan pemberi kerja secara digital, terintegrasi, dan inklusif. Keterhubungan antara pelatihan, sertifikasi kompetensi, informasi pasar kerja, dan kebutuhan industri dinilai penting untuk membangun tenaga kerja yang lebih siap, adaptif, dan berdaya saing.

Bagi LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia, audiensi dengan Pusat Pasar Kerja Kemnaker RI bukan sekadar pertemuan kelembagaan, tetapi bagian dari upaya membangun ekosistem vokasi yang terkoneksi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dunia usaha dan dunia industri, lembaga sertifikasi, serta masyarakat pencari kerja.

Transformasi dunia kerja yang berlangsung cepat menuntut tenaga kerja untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi. Perubahan teknologi, digitalisasi, kebutuhan industri, serta persaingan tenaga kerja global membuat proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi harus dilakukan secara berkelanjutan.

LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia memandang pelatihan dan sertifikasi kompetensi sebagai bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja. Dengan penguatan kolaborasi dan jejaring, lembaga tersebut optimistis dapat mengambil peran lebih besar dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten, adaptif, profesional, dan siap menghadapi persaingan pasar kerja Indonesia maupun global.

LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia merupakan lembaga pelatihan kerja dan kursus yang berkomitmen mengembangkan kompetensi sumber daya manusia melalui program pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....