Tingkatkan Daya Saing Kopi Lokal, Univ. Bumigora-UNW Dampingi UMKM Mahira Kopi
- 15 Agt 2026 05:34 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Universitas Bumigora dan UNW Mataram mendampingi UMKM Mahira Kopi Lombok untuk meningkatkan kualitas produksi dan daya saing produk.
- Pendampingan mencakup teknologi produksi, pengendalian mutu, pemasaran, serta pengembangan produk baru seperti Drip Bag Coffee.
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Universitas Bumigora bersama Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram mendampingi UMKM Mahira Kopi Lombok di Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperluas pasar kopi lokal. Pendampingan difokuskan pada persoalan yang selama ini dihadapi Mahira Kopi Lombok, terutama efisiensi pengolahan, pengendalian mutu, kemasan, dan pemasaran.
Pendampingan dilakukan oleh Irwan Cahyadi, S.E., M.M. sebagai ketua, serta Muhammad Zulfikri, S.T., M.T. dan Suburi Rahman, S.TP., M.P. sebagai anggota. Ketua tim program, Irwan Cahyadi, S.E., M.M., mengatakan pendampingan diarahkan agar proses produksi kopi mitra lebih terstandar dan mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing.

“Kami tidak hanya memberikan peralatan, tetapi juga mendampingi mitra dalam pengolahan, pengendalian mutu, hingga pemasaran agar produk kopi yang dihasilkan semakin berkualitas dan memiliki nilai jual,” kata Irwan, Rabu 12 Agustus 2026.
Dalam program tersebut, mitra mendapat pelatihan pengolahan dan pengendalian mutu kopi. Tim juga mendampingi penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Produksi Kopi Bubuk sebagai acuan agar proses produksi berlangsung lebih konsisten.
Untuk memperkuat kapasitas produksi, tim menyerahkan sejumlah peralatan, yakni roaster, grinder, dan sealer. Peralatan itu digunakan untuk mendukung proses pemanggangan, penggilingan, serta pengemasan kopi secara lebih efisien dan terstandar.
Selain membenahi produksi, pendampingan menyasar sisi pemasaran. Mahira Kopi Lombok mendapat penguatan terkait kemasan, promosi, dan strategi memperluas jangkauan pasar.
Tim juga mendorong inovasi melalui pengembangan Drip Bag Coffee. Produk ini dipilih sebagai salah satu bentuk diversifikasi karena menawarkan cara penyajian kopi yang lebih praktis dan berpotensi menjangkau konsumen di luar pasar kopi bubuk konvensional.
“Diversifikasi produk menjadi bagian penting karena UMKM perlu mengikuti kebutuhan konsumen. Drip Bag Coffee menjadi salah satu alternatif produk yang dapat dikembangkan untuk memperluas pasar,” ujar Irwan.
Menurut tim pendamping , peningkatan daya saing UMKM kopi tidak cukup hanya melalui penambahan alat produksi. Konsistensi mutu, kemasan, inovasi, dan kemampuan memasarkan produk juga menjadi faktor penting agar kopi lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Tim pendamping dan Mitra mengucapkan terimakasih atas dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Melalui program tersebut, Universitas Bumigora dan UNW Mataram menargetkan peningkatan kapasitas produksi dan kualitas produk Mahira Kopi Lombok. Pendampingan juga diharapkan membuka peluang pasar baru sekaligus memperkuat posisi kopi lokal Lombok sebagai produk UMKM bernilai ekonomi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....