Rektor UIN Mataram Bentuk Tim Sangkuriang Kejar Kampus Informatif
- 14 Agt 2026 19:36 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Universitas Islam Negeri Mataram mempercepat pembenahan tata kelola keterbukaan informasi publik dengan membentuk Tim Sangkuriang. Tim khusus tersebut dibentuk untuk mempercepat penyusunan Daftar Informasi Publik (DIP) sekaligus mempersiapkan UIN Mataram menghadapi Evaluasi dan Monitoring (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik 2026.
Pembentukan tim tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya UIN Mataram mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan terbuka. Tim Sangkuriang ditargetkan bekerja secara intensif dengan melibatkan berbagai unit kerja di lingkungan universitas.
Tim tersebut akan melakukan inventarisasi, identifikasi, klasifikasi, hingga memastikan berbagai informasi publik yang menjadi kewenangan masing-masing unit tersedia dan terdokumentasi dengan baik.
Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., menegaskan keterbukaan informasi publik merupakan bagian penting dari tata kelola perguruan tinggi modern. Menurutnya, keterbukaan juga berkaitan erat dengan peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Komitmen tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan UIN Mataram terhadap kebijakan Menteri Agama RI yang mendorong seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bergerak bersama memperkuat keterbukaan informasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kita harus tegak lurus mengikuti arahan Bapak Menteri Agama. Seluruh PTKIN harus bergerak bersama menuju Kampus Informatif. Karena itu, UIN Mataram harus bekerja serius, terukur, dan memberikan ikhtiar terbaik,” tegas Prof. Masnun.
Sekretaris PPID UIN Mataram, H. Sapardi, S.E., M.M., menjelaskan Tim Sangkuriang akan bekerja secara maraton selama satu bulan. Dalam periode tersebut, tim ditargetkan menyelesaikan sejumlah indikator penting yang menjadi bagian dari penilaian keterbukaan informasi publik.
Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan kerja kolaboratif karena informasi publik tersebar di berbagai unit kerja. Karena itu, masing-masing unit memiliki peran dalam memastikan informasi yang menjadi kewenangannya dapat dihimpun dan dikelola dengan baik.
“Tim ini akan bekerja maraton selama satu bulan. Kita harus menuntaskan indikator-indikator penting yang menjadi bagian dari penilaian. Karena itu, pekerjaan harus dilakukan secara terukur, cepat, dan melibatkan seluruh unit kerja,” jelas H. Sapardi.
Sebagai langkah awal, Tim Sangkuriang menggelar Workshop Penyusunan Daftar Informasi Publik selama dua hari, Jumat-Sabtu. Kegiatan tersebut difokuskan pada penyamaan persepsi, inventarisasi informasi, serta pemetaan jenis informasi yang wajib tersedia bagi masyarakat.
Dalam penyusunan DIP, informasi publik dikelompokkan ke dalam empat kategori utama, yakni informasi berkala, informasi setiap saat, informasi serta-merta, dan informasi yang dikecualikan.
Proses inventarisasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem informasi publik yang lebih tertib. Setiap unit kerja diharapkan memahami jenis informasi yang harus disediakan sekaligus memastikan dokumentasi informasi dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Ketua PPID UIN Mataram, Prof. Dr. H. Muhammad Saleh, menyampaikan optimisme bahwa 2026 dapat menjadi momentum peningkatan capaian UIN Mataram dalam program E-Monev Keterbukaan Informasi Publik yang dilaksanakan Komisi Informasi Republik Indonesia.
Tahun 2026 menjadi tahun kedua UIN Mataram mengikuti program E-Monev tersebut. Pengalaman dari pelaksanaan sebelumnya dinilai menjadi modal untuk melakukan pembenahan sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan informasi publik.
Prof. Muhammad Saleh menegaskan target menuju Kampus Informatif tidak dapat dibebankan hanya kepada PPID. Menurutnya, keterlibatan seluruh fakultas, unit kerja, dan sivitas akademika menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem keterbukaan informasi di lingkungan kampus.
Dengan pembentukan Tim Sangkuriang dan pelaksanaan workshop penyusunan DIP, UIN Mataram menargetkan proses pembenahan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur. Seluruh unit kerja didorong untuk berkontribusi dalam memastikan informasi publik tersedia, tertata, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Upaya tersebut diharapkan memperkuat tata kelola UIN Mataram sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat. Target akhirnya adalah terwujudnya Kampus Informatif yang tidak hanya terbuka dalam penyediaan informasi, tetapi juga responsif dan akuntabel dalam memberikan pelayanan publik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....