Rektor UIN Mataram Kerahkan 70 Personel Kejar Akreditasi Internasional

  • 01 Agt 2026 20:36 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram memperkuat langkah menuju akreditasi internasional dengan membentuk tim yang melibatkan 70 personel dari berbagai unsur. Tim tersebut diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam memastikan seluruh aspek penilaian memenuhi standar mutu internasional.

Penguatan komitmen itu disampaikan Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., saat memberikan arahan kepada tim akreditasi internasional, Sabtu, 1 Agustus 2026. Menurutnya, tugas yang diemban puluhan personel tersebut bukan sekadar menyiapkan dokumen administrasi, melainkan membawa nama baik institusi menuju pengakuan di tingkat global.

"70 personel ini adalah ujung tombak kita. Mereka bukan hanya bekerja menyiapkan dokumen, tetapi sedang membawa nama dan reputasi UIN Mataram menuju pengakuan internasional. Karena itu, seluruh tim harus bergerak dalam satu visi, satu semangat, dan satu komitmen untuk menunjukkan mutu terbaik yang kita miliki," jelasnya.

Prof. Masnun menegaskan, akreditasi internasional harus dimaknai sebagai bagian dari transformasi kelembagaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas secara menyeluruh. Menurutnya, proses tersebut menjadi momentum bagi kampus untuk mengevaluasi berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan sekaligus memperkuat sistem yang telah berjalan.

Ia menjelaskan, kesiapan menuju akreditasi internasional mencakup berbagai komponen, mulai dari tata kelola perguruan tinggi, proses akademik, sumber daya manusia, kurikulum dan pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pelayanan mahasiswa, kerja sama, internasionalisasi, hingga sistem penjaminan mutu.

Rektor juga menekankan bahwa pengakuan internasional hanya dapat diraih apabila mutu telah menjadi budaya di lingkungan kampus. Karena itu, seluruh dokumen pendukung harus didukung implementasi yang nyata, data yang valid, bukti yang dapat diverifikasi, serta budaya kerja yang konsisten.

"Kita tidak ingin akreditasi internasional hanya selesai pada sertifikat. Yang kita bangun adalah tradisi dan budaya mutu," ujarnya "Ketika mutu sudah menjadi budaya, maka rekognisi internasional akan menjadi konsekuensi dari kualitas yang memang kita kerjakan setiap hari."

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Mataram, Prof. Dr. H. Abdul Quddus, M.A., mengatakan konsistensi data menjadi salah satu faktor penting dalam proses akreditasi internasional. Seluruh dokumen yang berasal dari tingkat program studi, fakultas, unit, hingga universitas harus saling terhubung dan menunjukkan sistem penjaminan mutu yang berjalan secara terintegrasi.

Selain tim penyusun dokumen, UIN Mataram juga melibatkan tim penerjemah untuk memastikan seluruh dokumen tersaji dalam bahasa yang akurat tanpa mengurangi substansi dan konteks akademik. Kualitas terjemahan dinilai penting karena menjadi media bagi asesor internasional untuk memahami sistem dan karakteristik perguruan tinggi.

Di sisi lain, tim pengelola laman resmi universitas juga mendapat peran strategis dalam meningkatkan visibilitas institusi. Website menjadi etalase digital yang menampilkan profil universitas, program studi, kurikulum, dosen, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, prestasi, hingga aktivitas internasional yang dimiliki UIN Mataram.

Melalui sinergi seluruh tim tersebut, UIN Mataram berharap proses akreditasi internasional tidak hanya menghasilkan pengakuan formal, tetapi juga memperkuat kualitas pembelajaran, tata kelola perguruan tinggi, memperluas jejaring global, meningkatkan mobilitas akademik, serta mendorong peningkatan mutu penelitian dan publikasi ilmiah di tingkat internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....