Sekolah Lima Hari Resmi Berlaku di Mataram
- 22 Jul 2026 20:01 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram-Pemerintah Kota Mataram resmi menerapkan kebijakan lima hari belajar bagi seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri mulai tahun ajaran 2026/2027. Kebijakan yang didukung Peraturan Wali Kota (Perwal) tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran sekaligus memberi ruang lebih bagi siswa untuk berkumpul bersama keluarga pada akhir pekan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf zain mengatakan penerapan lima hari belajar dilakukan secara serentak setelah melalui tahapan kajian, uji coba, serta penyusunan regulasi yang matang.
"Mulai tahun ajaran 2026/2027 ini kami resmi memberlakukan lima hari belajar untuk jenjang SD dan SMP negeri se-Kota Mataram. Landasan hukumnya sudah kuat melalui Peraturan Wali Kota," ujarnya, Rabu 22 Juli 2026.
| Baca juga: Kemendikdasmen Awasi MPLS Ramah di Sumbawa |
Menurut Yusuf, seluruh persiapan telah diselesaikan, mulai dari penyesuaian kurikulum, regulasi, hingga kesiapan sarana pendukung di setiap sekolah. Dalam skema baru tersebut, kegiatan belajar mengajar berlangsung dari Senin hingga Jumat dengan penyesuaian durasi belajar untuk memenuhi beban kurikulum.
"Siswa SD mengikuti pembelajaran mulai pukul 07.15 WITA hingga 15.00 WITA, sedangkan siswa SMP belajar hingga pukul 16.00 WITA" kata Yusuf.
Meski jam belajar harian bertambah, Disdik memastikan kebijakan tersebut tidak akan membebani kondisi psikologis peserta didik. Sekolah diminta menerapkan metode pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan agar siswa tetap nyaman mengikuti proses belajar.
"kepala sekolah dan guru juga diwajibkan melakukan sosialisasi kepada orang tua guna mendukung kelancaran masa transisi," ucapnya menambahkan.
Yusuf menegaskan penerapan lima hari belajar sejauh ini berjalan sesuai rencana dan mendapat respons positif dari satuan pendidikan.Pemerintah juga berharap kebijakan ini mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menciptakan keseimbangan antara aktivitas belajar di sekolah dan kehidupan keluarga.
"Siswa dan pihak sekolah sudah mulai menyesuaikan diri dengan program baru ini. Sejauh ini semua sekolah sudah menerima kebijakan tersebut dan tidak ada kendala berarti di lapangan," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....