SDN 1 Gerung Utara Tanamkan Disiplin dan Antibullying sejak Hari Pertama Sekolah
- 13 Jul 2026 14:55 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Hari pertama masuk sekolah pada tahun ajaran baru dimanfaatkan SDN 1 Gerung Utara, Kabupaten Lombok Barat, untuk membangun karakter peserta didik sejak dini. Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, pihak sekolah juga menanamkan nilai disiplin dan memberikan edukasi mengenai pencegahan perundungan (bullying) melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 1 Gerung Utara, Baiq Marzanah, mengatakan jumlah peserta didik di sekolah tersebut saat ini mencapai sekitar 620 siswa, dengan 105 siswa baru yang diterima pada kelas I pada tahun ajaran 2026/2027.
"Jumlah siswa kami sekitar 620 orang. Untuk siswa baru kelas satu sebanyak 105 anak. Seluruh rombongan belajar dari kelas satu sampai kelas enam berjumlah 19 rombel. Khusus kelas tiga ada empat rombel, sedangkan kelas lainnya masing-masing tiga rombel," ujarnya, Senin 13 Juli 2026.
Menurut Baiq Marzanah, antusiasme orang tua terlihat sejak pagi saat mengantar putra-putri mereka memasuki hari pertama sekolah. Pihak sekolah memberikan kesempatan kepada wali murid untuk mendampingi anak-anaknya pada hari pertama sebagai bagian dari proses adaptasi.
"Alhamdulillah, wali murid sangat antusias mengantar anak-anak mereka. Hari ini kami memberikan kesempatan bagi orang tua untuk menunggu hingga kegiatan selesai. Namun mulai besok mereka hanya mengantar sampai pintu gerbang agar anak-anak belajar mandiri," katanya.
Ia menjelaskan, sejak sebelum pukul 07.00 WITA seluruh guru telah bersiaga di pintu gerbang untuk menyambut kedatangan peserta didik baru. Guru-guru juga mendampingi proses pengenalan kelas dan lingkungan sekolah agar siswa merasa nyaman memasuki dunia belajar.
Selama lima hari pelaksanaan MPLS, sekolah memfokuskan pembinaan karakter, terutama mengenai pentingnya disiplin serta pencegahan segala bentuk tindakan perundungan.
"Fokus kami pada MPLS ini adalah membentuk kedisiplinan anak-anak sekaligus memberikan pemahaman tentang anti bullying sejak hari pertama," jelasnya.
Pada hari pertama, peserta didik diajak saling memperkenalkan diri, mengenal wali kelas, ruang belajar, serta seluruh fasilitas yang tersedia di lingkungan sekolah. Langkah tersebut diharapkan mampu membangun rasa percaya diri sekaligus menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan.
Terkait upaya pencegahan bullying, Baiq Marzanah menegaskan sekolah telah menyiapkan mekanisme pengaduan apabila ditemukan dugaan tindakan perundungan maupun konflik antarsiswa.
"Apabila ada dugaan bullying atau persoalan lain, anak-anak bisa langsung melapor kepada guru. Kami memiliki sistem pengaduan dan ada guru yang diberi tugas khusus untuk menerima laporan sekaligus melakukan pendampingan terhadap siswa yang terlibat," ucapnya.
Meski demikian, hingga saat ini pihak sekolah mengaku belum pernah menemukan kasus bullying yang serius. Insiden yang terjadi umumnya hanya berupa perselisihan atau perkelahian ringan antarsiswa yang masih dalam batas kewajaran usia anak-anak.
"Sejauh ini tidak ada kasus bullying yang bersifat serius. Yang ada biasanya hanya perkelahian kecil antaranak. Meski begitu, semuanya tetap kami tangani dengan pembinaan, pendampingan, dan arahan agar mereka belajar menyelesaikan masalah dengan cara yang baik," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....