Sambut Siswa Setiap Pagi, SMPN 2 Mataram Perkuat Sekolah Ramah Anak

  • 22 Jul 2026 16:05 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman menjadi komitmen SMPN 2 Mataram dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik. Selain membangun budaya ramah anak, sekolah juga menyiapkan tim psikolog sebagai bentuk pendampingan bagi siswa yang menghadapi persoalan sosial maupun emosional di lingkungan sekolah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMPN 2 Mataram, Ni Nengah Sri Swathi, mengatakan upaya membangun sekolah ramah anak dimulai dari perubahan budaya pelayanan seluruh warga sekolah, baik guru maupun tenaga administrasi.

"Komitmen kami adalah melayani anak-anak dengan sepenuh hati. Budaya ramah anak harus dimulai dari guru dan tenaga administrasi sehingga siswa merasa nyaman berada di sekolah," jelasnya, Rabu 22 Juli 2026.

Ia menjelaskan, sebagai sekolah dengan jumlah peserta didik mencapai sekitar 1.400 orang, potensi munculnya persoalan antarsiswa tidak dapat dihindari. Karena itu, sekolah menyiapkan tim psikolog untuk memberikan pendampingan apabila terdapat siswa yang mengalami permasalahan, termasuk dugaan perundungan.

Menurutnya, kasus bullying sering kali sulit dikenali karena bentuknya dapat berawal dari candaan yang dianggap biasa oleh sebagian siswa, namun menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pihak lain.

"Kami menyiapkan tim psikolog untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak. Bullying itu tidak selalu mudah dikenali karena kadang berawal dari hal yang dianggap bercanda, tetapi ternyata membuat temannya merasa tersinggung," terangnya.

Selain layanan psikologis, SMPN 2 Mataram juga menerapkan kebiasaan menyambut peserta didik setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai. Guru piket telah bersiap sejak pukul 06.30 WITA untuk menyapa dan menyambut kedatangan siswa di gerbang sekolah.

Sri Swathi menilai penyambutan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan emosional antara guru dan peserta didik sehingga tercipta suasana belajar yang lebih positif.

Sekolah juga memperkuat pendidikan karakter melalui kolaborasi dengan berbagai instansi, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Kepolisian. Kerja sama tersebut dimanfaatkan untuk memberikan edukasi mengenai perlindungan anak, bahaya narkoba, hingga pembentukan karakter peserta didik.

"Kolaborasi dengan berbagai pihak penting karena mereka dapat memberikan sosialisasi dan edukasi, baik kepada siswa maupun guru, sehingga lingkungan sekolah semakin aman dan kondusif," tuturnya.

Melalui penguatan budaya ramah anak, layanan psikologis, serta kolaborasi lintas sektor, SMPN 2 Mataram berharap seluruh peserta didik dapat belajar dengan rasa aman, nyaman, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan maupun perundungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....