Tanpa Les, Siswa SMPN 15 Mataram Koleksi Medali Olimpiade Nasional
- 22 Jul 2026 14:52 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Di tengah anggapan bahwa telepon genggam kerap menjadi pengganggu konsentrasi belajar, seorang siswa SMP Negeri 15 Mataram justru membuktikan sebaliknya. Dimas Rizky Andrean mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar hingga mengoleksi berbagai prestasi di tingkat provinsi dan nasional, termasuk medali emas bidang Sains pada Olimpiade Nasional Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris (OMNAS) ke-15 yang diselenggarakan Emerald Education Centre.
Prestasi tersebut bukan satu-satunya capaian yang diraih Dimas. Sepanjang 2026, ia berhasil mengoleksi sejumlah penghargaan, di antaranya medali emas OMNAS ke-15 bidang Sains tingkat nasional, medali emas Olimpiade Obor bidang Sains tingkat nasional, medali perunggu Olimpiade Obor bidang Bahasa Inggris tingkat nasional, medali emas Olimpiade Sains Siswa Berprestasi Nasional (OSSBN) 2026 bidang Biologi, serta Juara Umum II Nexus Olympiad tingkat Provinsi NTB.
Tak hanya itu, Dimas juga membawa pulang medali emas Nexus Olympiad bidang Sains dan Bahasa Inggris tingkat provinsi, medali perak Nexus Olympiad bidang Matematika tingkat provinsi, serta medali emas Orion Olympiad ke-4 bidang Sains dan Bahasa Inggris tingkat provinsi. Deretan prestasi tersebut menjadi bukti konsistensinya dalam mengikuti berbagai kompetisi akademik.
Di balik sederet pencapaiannya, Dimas mengaku tidak memiliki metode belajar yang rumit. Ia memilih membangun kebiasaan belajar secara konsisten sejak duduk di bangku kelas VII dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperdalam materi pelajaran.
"Sebenarnya yang paling penting itu konsisten. Dari kelas tujuh sampai sekarang saya terus belajar. Kalau ada jam kosong di sekolah saya baca-baca, habis itu dilanjutkan lagi belajar di rumah," jelasnya, Rabu 22 Juli 2026.
Menariknya, sebagian besar proses belajar dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan berbagai platform pembelajaran digital. Bahkan, Dimas mengaku hampir seluruh materi dipelajarinya melalui telepon genggam tanpa bergantung pada buku cetak maupun les tambahan.
"Saya kalau untuk belajar full online, jadi bisa belajar tanpa nyentuh buku sama sekali. Saya belajar pakai HP," ujarnya.
Menurut Dimas, penggunaan telepon genggam akan memberikan manfaat apabila digunakan sesuai tujuan. Ia menyadari perangkat tersebut menyimpan banyak potensi distraksi, tetapi hal itu dapat diatasi dengan menjaga komitmen terhadap target yang ingin dicapai.
"Ingat saja terus apa yang sedang dipertaruhkan. Saya belajar untuk OSN, jadi itu yang membantu supaya tidak terdistraksi," ucapnya.
Meski lebih banyak belajar secara mandiri, Dimas mengaku tetap memperoleh dukungan dari sekolah. SMPN 15 Mataram memberikan pembinaan bagi siswa yang dipersiapkan mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) melalui pendampingan oleh pembina yang berpengalaman di bidangnya.
"Fasilitas dari sekolah itu ada pembinaan dari orang-orang yang memang ahli di bidangnya. Itu sangat membantu kami yang dipersiapkan untuk OSN," ungkapnya.
Saat ini Dimas kembali mempersiapkan diri menghadapi OSN tingkat Provinsi. Ia tidak menerapkan persiapan khusus menjelang kompetisi, melainkan terus meningkatkan tingkat kesulitan soal yang dipelajari agar kemampuan analisisnya semakin terasah.
"Sekarang mungkin saya meningkatkan level belajarnya saja, tingkat kesulitannya dibuat lebih tinggi," katanya.
Ke depan, Dimas berharap mampu melanjutkan prestasinya hingga tingkat nasional. Ia juga menargetkan dapat lolos ke Fakultas Kedokteran melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dengan bekal prestasi akademik yang telah diraihnya.
"Saya berharap bisa menjadi medalis OSN dan terus lanjut di OSN Biologi sampai bisa lolos SNBP ke Fakultas Kedokteran," tuturnya.
Kisah Dimas menjadi bukti bahwa prestasi tidak selalu lahir dari fasilitas yang serba lengkap. Dengan disiplin, konsistensi, kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif, serta dukungan sekolah, seorang pelajar mampu mengubah telepon genggam menjadi jembatan menuju berbagai prestasi akademik di tingkat provinsi maupun nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....