SMPN 16 Mataram Tawarkan Sekolah Ramah Anak dan Seragam Gratis

  • 30 Jun 2026 19:22 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Di tengah persaingan penerimaan peserta didik baru, SMPN 16 Mataram memilih mengedepankan pendekatan yang berbeda. Sekolah ini menawarkan lingkungan belajar yang berorientasi pada penguatan karakter, kepedulian guru, serta pendidikan inklusif sebagai daya tarik utama bagi calon siswa.

Kepala SMPN 16 Mataram, Burhanudin, mengatakan kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari perhatian sekolah terhadap perkembangan peserta didik.

Menurutnya, guru-guru di SMPN 16 Mataram memiliki tingkat kepedulian yang tinggi terhadap siswa. Bahkan ketika ada siswa yang beberapa hari tidak masuk sekolah, guru akan mencari informasi hingga mendatangi rumah siswa tersebut.

"Dua sampai tiga hari siswa tidak masuk sekolah, guru sudah mencari ke rumah. Kalau ada yang terlambat dijemput orang tua, guru juga mengantarkan pulang. Empati guru menjadi kekuatan kami," ungkapnya, Selasa 30 Juni 2026.

Burhanudin menjelaskan visi sekolah adalah membentuk generasi yang cerdas, religius, inspiratif, aman, dan memiliki empati tinggi. Nilai empati tersebut diterapkan melalui pembelajaran yang menghargai seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang sosial, suku, kemampuan, maupun kondisi fisik.

Saat ini SMPN 16 Mataram juga mendidik sembilan peserta didik berkebutuhan khusus dengan berbagai jenis kebutuhan. Sekolah menerapkan lingkungan belajar yang inklusif sekaligus menolak segala bentuk diskriminasi maupun perundungan (bullying).

"Kami ingin anak-anak menerima teman-temannya apa adanya. Kami menghindari bullying dan diskriminasi sehingga semua merasa nyaman belajar di sekolah," katanya.

Selain itu, sekolah juga memberikan satu paket seragam gratis kepada seluruh siswa baru sebagai bentuk dukungan kepada orang tua sekaligus menambah daya tarik sekolah.

Meski demikian, Burhanudin mengakui berbagai fasilitas tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah persepsi masyarakat yang masih berorientasi pada sekolah favorit. Ia berharap masyarakat mulai melihat kualitas pelayanan dan pembinaan karakter sebagai pertimbangan utama dalam memilih sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....