Balai Bahasa NTB Soroti Regenerasi Cupak Gerantang yang Mulai Mengkhawatirkan

  • 30 Jun 2026 19:09 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok – Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menyoroti mulai menurunnya regenerasi pelaku teater tradisional Cupak Gerantang di Pulau Lombok. Temuan tersebut diperoleh dalam kegiatan pemetaan sastra lisan yang dilaksanakan pada Senin, 29 Juni 2026, sebagai bagian dari penyusunan Peta Kebinekaan Bahasa, Sastra, dan Aksara.

Dalam kegiatan tersebut, tim pemetaan mendokumentasikan tiga tradisi lisan, yakni Cupak Gerantang di Kabupaten Lombok Utara, bekayat di Kabupaten Lombok Tengah, dan memaos di Kabupaten Lombok Barat.

Hasil pemetaan menunjukkan tradisi bekayat dan memaos masih aktif dipraktikkan oleh masyarakat sehingga proses pewarisannya dinilai berjalan cukup baik. Sebaliknya, regenerasi pelaku teater tradisional Cupak Gerantang mulai menghadapi tantangan akibat menurunnya minat generasi muda terhadap kesenian tersebut.

Meski demikian, Balai Bahasa Provinsi NTB mencatat cerita rakyat Cupak Gerantang sebagai warisan sastra masih relatif terjaga karena tetap dikenal dan diwariskan kepada masyarakat.

Selama proses pendataan, tim mengumpulkan berbagai data berupa dokumentasi teks, wawancara, hingga rekaman audiovisual. Seluruh hasil pemetaan selanjutnya akan divalidasi oleh tim ahli sebelum dipublikasikan dalam Peta Kebinekaan Bahasa, Sastra, dan Aksara.

Melalui pendokumentasian tersebut, Balai Bahasa Provinsi NTB berharap keberadaan sastra lisan daerah dapat terus terpelihara sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pelestarian bahasa, sastra, dan budaya lokal di Nusa Tenggara Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....