Balai Bahasa NTB Petakan Tiga Sastra Lisan untuk Perkuat Peta Kebinekaan Bahasa

  • 30 Jun 2026 19:16 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok – Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai memetakan tiga sastra lisan di Pulau Lombok sebagai bagian dari penyusunan Peta Kebinekaan Bahasa, Sastra, dan Aksara. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026, itu dilakukan melalui pendokumentasian tradisi lisan di tiga kabupaten berbeda.

Tim pemetaan dibagi menjadi tiga kelompok yang bertugas mengumpulkan data berupa teks dan rekaman audiovisual dari masing-masing tradisi. Seluruh data tersebut nantinya akan melalui proses pengolahan dan validasi oleh tim ahli sebelum dimasukkan ke dalam Peta Kebinekaan Bahasa, Sastra, dan Aksara.

Kelompok pertama mendokumentasikan teater tradisional Cupak Gerantang di Desa Samaguna, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Kesenian tersebut mengangkat kisah dua bersaudara dengan karakter yang bertolak belakang, yakni Cupak yang digambarkan pemalas dan serakah, serta Gerantang yang dikenal pemberani dan berhati baik.

Sementara itu, kelompok kedua melakukan pendokumentasian bekayat atau nyaer di Desa Aiq Bukaq, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Tradisi ini dilakukan oleh dua orang yang membacakan hikayat berhuruf Pegon dan berbahasa Melayu, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Sasak.

Adapun kelompok ketiga memetakan tradisi memaos di Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Kesenian ini menggunakan naskah lontar beraksara Jejawan Sasak dengan bahasa Kawi maupun Sasak yang dibawakan oleh tiga orang penutur.

Balai Bahasa Provinsi NTB menyebut pemetaan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian kekayaan sastra lisan daerah sekaligus mendukung dokumentasi warisan budaya yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian, pendidikan, dan pelestarian budaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....