Server Error Akibatkan Pendaftaran SPMB di SMPN 1 Mataram Berjalan Lambat
- 24 Jun 2026 08:22 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 di SMPN 1 Mataram masih diwarnai kendala teknis pada sistem pendaftaran. Gangguan yang terjadi sejak hari pertama membuat proses verifikasi peserta berjalan lambat dan menyebabkan antrean panjang calon peserta didik bersama orang tua di lingkungan sekolah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena tahapan yang saat ini berlangsung baru mencakup jalur afirmasi dan prestasi yang dibuka pada 22 hingga 24 Juni 2026. Sementara jalur domisili dan mutasi yang diperkirakan akan menyerap jumlah pendaftar lebih besar baru akan dibuka pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026.
Plt. Kepala SMPN 1 Mataram, Muhammad Taufik, mengatakan seluruh persiapan pelaksanaan SPMB di tingkat sekolah sebenarnya telah dilakukan secara maksimal. Mulai dari kesiapan panitia, jaringan internet, perangkat pendukung hingga fasilitas pelayanan telah dipastikan siap sebelum pendaftaran dibuka.
"Kalau dari panitia insya Allah sudah siap semua. Jaringan sudah siap, fasilitas sudah kami siapkan, teman-teman juga sudah berpengalaman. Kendala terbesar memang ada di sistem," jelasnya, Selasa 23 Juni 2026.
Menurut Taufik, salah satu persoalan yang muncul terjadi ketika sistem masih membuka akses pendaftaran sebelum jadwal resmi pelaksanaan. Akibatnya, sejumlah orang tua yang telah melakukan pendaftaran lebih awal mengira proses mereka sudah selesai, namun data tersebut tidak terbaca saat proses verifikasi dilakukan di sekolah.
Selain itu, pada hari pertama pelaksanaan, sistem baru dapat berjalan relatif normal sekitar pukul 10.00 WITA. Padahal masyarakat sudah mulai berdatangan sejak sebelum pukul 08.00 WITA untuk mendapatkan pelayanan.
Situasi tersebut menyebabkan banyak peserta yang telah mengambil nomor antrean tidak dapat segera dilayani karena data mereka belum muncul dalam sistem.
Taufik menjelaskan gangguan yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan lambatnya akses sistem. Beberapa fitur lain seperti titik koordinat domisili, validasi data peserta hingga penginputan nilai juga sempat mengalami kendala sehingga memperlambat proses verifikasi.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sekolah berada dalam posisi yang sulit karena masyarakat datang langsung ke sekolah untuk memperoleh kepastian, sementara sumber permasalahan berada di luar kewenangan panitia.
"Kami yang di lapangan tentu merasakan tekanan karena masyarakat datang ke sekolah. Tapi alhamdulillah masyarakat masih bisa memahami karena memang masalah ini terjadi hampir di semua sekolah," katanya.
Meski menghadapi berbagai kendala, pihak sekolah tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Panitia terus melakukan pendampingan dan membantu proses verifikasi setiap kali sistem kembali normal.
Taufik mengaku yang paling menjadi perhatiannya saat ini bukan hanya persoalan teknis, melainkan waktu masyarakat yang terbuang akibat gangguan sistem yang terus berulang selama dua hari pelaksanaan.
Ia menyebut banyak orang tua yang datang sejak pagi dan harus menunggu hingga siang bahkan sore hari untuk memperoleh kepastian terkait proses pendaftaran anak mereka.
"Yang kami kasihan sebenarnya masyarakat. Mereka sudah dua hari datang ke sekolah, mengorbankan waktu dan aktivitasnya. Harapan kami sistem segera normal sehingga semua bisa terlayani dengan baik," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai persoalan tersebut perlu segera dituntaskan mengingat tahapan yang sedang berjalan saat ini baru jalur afirmasi dan prestasi. Apabila kendala serupa masih terjadi saat jalur domisili dan mutasi dibuka, potensi penumpukan peserta diperkirakan akan jauh lebih besar.
Karena itu, pihak sekolah berharap terdapat langkah cepat dari pengelola sistem maupun pihak terkait untuk memastikan seluruh tahapan SPMB berikutnya dapat berlangsung lebih lancar.
Menurut Taufik, sekolah juga siap menyesuaikan waktu pelayanan apabila diperlukan, selama langkah tersebut bertujuan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh calon peserta didik untuk mengikuti proses pendaftaran.
"Kalau nanti ada kebijakan penambahan waktu tentu kami siap. Yang penting masyarakat bisa terlayani dengan baik," katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....