Antusiasme Masyarakat Ikuti SPMB SMA/SMK di Lombok Timur Tinggi

  • 05 Jun 2026 21:17 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di wilayah Lombok Timur mulai menunjukkan peningkatan antusiasme masyarakat. Meski pada hari-hari awal pendaftaran masih terlihat sepi, jumlah pendaftar mulai bertambah memasuki hari ketiga pelaksanaan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Wilayah II Lombok Timur, Supriadi, mengatakan pihaknya terus melakukan monitoring ke sejumlah sekolah untuk memastikan proses pendaftaran berjalan lancar.

“Pada hari pertama memang belum terlihat aktivitas yang signifikan. Pendaftaran dimulai tanggal 2 sampai 4, dan pada tanggal 2 kemarin masih sepi karena banyak siswa yang belum menerima SKN. Namun pada hari ketiga, saat kami melakukan monitoring di SMA Negeri 1 Selong dan SMA Negeri 3 Selong, sudah terlihat adanya pendaftar,” ujarnya Jumat, 5 Juni 2026.

Menurut Supriadi, kendala yang masih dihadapi saat ini adalah aplikasi pendaftaran yang terkadang mengalami gangguan dan berjalan lambat. Keluhan tersebut telah disampaikan kepada pihak pengelola sistem agar segera ditindaklanjuti.

“Kendala utama hanya pada aplikasi yang kadang turun naik dan lambat. Aduan dari sekolah sudah kami sampaikan agar sistem bisa kembali normal sehingga seluruh proses pendaftaran berjalan lancar,” katanya.

Pada tahap awal ini, pendaftaran dibuka melalui jalur afirmasi dan mutasi. Jalur afirmasi diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki kartu atau dokumen pendukung sesuai ketentuan, sedangkan jalur mutasi diperuntukkan bagi anak dari orang tua yang pindah tugas.

Supriadi menegaskan bahwa tidak ada pungutan biaya bagi siswa dari keluarga kurang mampu maupun bagi peserta didik baru yang diterima melalui jalur afirmasi.

“Sampai saat ini keluarga miskin tidak boleh dipungut biaya apa pun. Setelah mereka diterima, tidak ada pungutan dalam proses daftar ulang. Itu yang perlu dipahami masyarakat,” katanya.

Meski sistem pendaftaran dilakukan secara daring, pihak sekolah tetap menyediakan layanan bantuan bagi siswa yang mengalami kesulitan membuat akun, mengunggah dokumen, maupun melengkapi persyaratan administrasi.

“Masih banyak siswa yang membutuhkan pendampingan. Karena itu sekolah menyiapkan tim mulai dari pusat informasi hingga tim verifikasi untuk membantu memastikan seluruh persyaratan lengkap sebelum proses seleksi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri hanya mendaftar pada sekolah tertentu yang dianggap favorit. Menurutnya, peluang diterima tetap bergantung pada kuota dan hasil verifikasi data yang diajukan.

“Kuota setiap jalur sudah ditentukan. Jalur mutasi hanya 5 persen, sedangkan jalur afirmasi 30 persen. Tidak semua yang mendaftar otomatis diterima karena harus melalui proses verifikasi dan seleksi sesuai kuota yang tersedia,” katanya.

" Kuota penerimaan siswa baru sendiri telah disesuaikan dengan jumlah ruang kelas yang tersedia di masing-masing sekolah dan telah diverifikasi sebelumnya oleh pihak terkait," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Selong, Syawalul Fitri, mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar di sekolahnya cenderung meningkat setiap tahun. “Dalam tiga tahun terakhir jumlah siswa terus meningkat. Awalnya memang terlihat sepi, tetapi menjelang akhir pendaftaran biasanya terjadi lonjakan pendaftar. Ini sudah menjadi pola setiap tahun,” ujarnya.

Menurut Syawalul, keberadaan SMA Negeri 1 Selong dan SMA Negeri 2 Selong menjadi tantangan tersendiri bagi SMA Negeri 3 Selong dalam menarik minat calon siswa. Namun demikian, sekolah tetap optimistis dapat memenuhi kuota yang telah ditetapkan.

“Tahun ini kami memiliki kuota sebanyak sembilan rombongan belajar (rombel). Ketertarikan siswa cukup tinggi, terutama pada bidang nonakademik seperti olahraga yang menjadi salah satu keunggulan sekolah,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan peserta didik baru di SMA Negeri 3 Selong berlangsung transparan dan bebas pungutan liar (pungli).

“Tidak ada pungutan apa pun dalam proses penerimaan siswa baru. Semua dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....