Belajar Konservasi Mangrove, Mahasiswa Unram Soroti Ekosistem Pesisir
- 15 Jun 2026 15:47 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan wilayah pesisir Indonesia. Selain melindungi garis pantai dari abrasi, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut serta berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim melalui kemampuannya menyerap dan menyimpan karbon.
Pemahaman tersebut diperoleh mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Mataram selama mengikuti program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Institut Pertanian Bogor (IPB), dari bulan Februari hingga Juni 2026.
“ Melalui program magang tersebut, kami berkesempatan mempelajari pengelolaan dan konservasi ekosistem pesisir di dua kawasan dengan karakteristik berbeda, yakni Cilacap, Jawa Tengah, dan Gili Balu di Kabupaten Sumbawa Barat, “ Jelas Baiq Almira, Senin 15 Juni 2026 melalui sambungan telphone.
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki garis pantai yang panjang dan menyimpan kekayaan ekosistem pesisir yang melimpah. Namun, berbagai ekosistem penting seperti mangrove, lamun, dan terumbu karang saat ini menghadapi berbagai ancaman, mulai dari abrasi, pencemaran hingga aktivitas manusia yang kurang ramah lingkungan.

Di antara berbagai ekosistem pesisir tersebut, mangrove menjadi salah satu komponen yang memiliki fungsi strategis. Selain berperan sebagai benteng alami penahan abrasi, kawasan mangrove juga menjadi tempat berkembang biak dan mencari makan bagi berbagai jenis organisme laut.
Pengalaman lapangan di kawasan Gili Balu menunjukkan bahwa ekosistem mangrove memiliki keterkaitan erat dengan padang lamun dan terumbu karang. Mangrove berfungsi sebagai nursery ground atau tempat pembesaran bagi berbagai jenis biota laut sebelum berpindah ke habitat lainnya.
Keberadaan mangrove juga memberikan manfaat ekonomi secara tidak langsung bagi masyarakat pesisir melalui keberlanjutan sumber daya perikanan. Oleh karena itu, pelibatan masyarakat dalam upaya konservasi dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga kelestarian ekosistem tersebut.
“Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah kemampuan mangrove dalam menyimpan karbon biru (blue carbon). Mangrove mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar sehingga berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim,” jelasnya.
Selain itu, mangrove juga berfungsi meredam energi gelombang, mengurangi risiko abrasi pantai, serta melindungi kawasan permukiman pesisir dari ancaman bencana. Beragam manfaat tersebut menjadikan mangrove sebagai salah satu solusi berbasis alam dalam menjaga ketahanan wilayah pesisir.
Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Mataram yang mengikuti program tersebut menilai bahwa konservasi mangrove tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah, akademisi, masyarakat, dan generasi muda perlu berkolaborasi untuk memastikan keberlanjutan ekosistem pesisir di masa depan.
"Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah menjadi lebih bermakna ketika dihubungkan dengan kondisi nyata di lapangan. Mangrove bukan sekadar pohon di tepi pantai, tetapi benteng hijau yang menopang kehidupan masyarakat pesisir dan menjaga keseimbangan lingkungan," ungkapnya.
Pengalaman belajar dari Cilacap hingga Gili Balu memberikan pemahaman bahwa menjaga mangrove bukan hanya tentang melestarikan alam, melainkan juga investasi jangka panjang bagi masa depan pesisir Indonesia.
“Dengan menjaga mangrove, masyarakat pesisir akan semakin tangguh menghadapi perubahan lingkungan, keanekaragaman hayati dapat dipertahankan, dan yang paling penting generasi mendatang tetap bisa menikmati ekosistem pesisir,” jelas Baiq Almira.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....