Antusiasme Tinggi, KPI Fest UIN Mataram Siapkan Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
- 14 Jun 2026 18:27 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Antusiasme penonton mewarnai pelaksanaan KPI Fest 2026 yang digelar Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram pada Jumat malam, 12 Juni 2026. Tingginya minat masyarakat terhadap festival yang menampilkan karya mahasiswa tersebut menjadi modal penting bagi penyelenggara untuk mengembangkan KPI Fest ke skala yang lebih luas pada masa mendatang.
KPI Fest tahun ini menghadirkan delapan karya mahasiswa yang terdiri atas empat film dokumenter dan empat film fiksi. Seluruh karya tersebut merupakan hasil proses pembelajaran mahasiswa yang diproduksi selama satu semester dan ditampilkan kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus ruang apresiasi kreativitas mahasiswa.
Sekretaris Prodi KPI UIN Mataram sekaligus penggagas KPI Fest, Gemuh Surya Wahyudi, mengaku bersyukur atas respon positif yang terus ditunjukkan masyarakat terhadap penyelenggaraan festival tersebut.
Menurutnya, KPI Fest yang pertama kali digelar pada 2025 kini mulai mendapat tempat di kalangan mahasiswa maupun masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap dunia perfilman dan produksi konten audiovisual.
“Antusiasnya sangat luar biasa. Mulai dari respon di media sosial hingga masyarakat yang hadir secara langsung dalam kegiatan ini. Kami melihat minat terhadap KPI Fest terus meningkat,” ungkapnya.
Gemuh menjelaskan, KPI Fest tidak hanya menjadi ajang pemutaran film, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara kreativitas mahasiswa dengan masyarakat. Melalui festival tersebut, mahasiswa memiliki kesempatan untuk memperlihatkan hasil karya yang selama ini diproduksi dalam proses perkuliahan.
Ia menilai kehadiran publik dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa karya audiovisual mahasiswa memiliki ruang dan pasar tersendiri untuk diapresiasi.
Menurutnya, hal itu menjadi motivasi bagi Prodi KPI untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan KPI Fest pada tahun-tahun mendatang.
“Kami ingin festival ini terus berkembang. Tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa KPI, tetapi juga menjadi ruang yang lebih luas untuk mempertemukan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap dunia film dan industri kreatif,” jelasnya.
Sebagai langkah pengembangan, pihaknya mulai menyiapkan berbagai rencana kolaborasi dengan sejumlah pihak, baik pemerintah, komunitas film maupun pelaku industri kreatif. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan KPI Fest sekaligus meningkatkan kualitas karya dan penyelenggaraan festival.
Gemuh mengatakan salah satu harapan terbesar penyelenggara adalah menghadirkan karya-karya sineas profesional dalam pelaksanaan KPI Fest pada masa mendatang. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menampilkan karya mereka sendiri, tetapi juga dapat belajar langsung dari para pelaku industri perfilman yang telah berpengalaman.
“Kami berharap ke depan tidak hanya karya mahasiswa KPI yang ditampilkan dan dinikmati dalam KPI Fest. Kami juga ingin menghadirkan karya-karya sineas profesional sehingga mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman dan referensi yang lebih luas,” ujarnya.
Selain itu, KPI Fest juga diharapkan mampu membangun jejaring dengan berbagai komunitas film yang ada di Nusa Tenggara Barat maupun daerah lain di Indonesia. Menurut Gemuh, kolaborasi tersebut penting untuk membuka peluang pertukaran gagasan, pengalaman, serta pengembangan kapasitas mahasiswa di bidang perfilman dan produksi audiovisual.
“Harapan kami tentu KPI Fest bisa berkembang lebih besar dari tahun ke tahun. Kami ingin berkolaborasi dengan komunitas film di NTB, komunitas dari luar daerah, bahkan jika memungkinkan menghadirkan kolaborasi berskala nasional,” kata Gemuh, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....