Portable Biodigester Ubah Sampah Menjadi Energi

  • 10 Jun 2026 14:27 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Tantangan pengelolaan sampah dan kebutuhan akan energi yang lebih ramah lingkungan semakin tinggi, Universitas Mataram mengambil langkah konkret melalui peluncuran Portable Biodigester pada Selasa, 9 Juni 2026 di Food Court Unram. Inovasi ini memungkinkan sampah organik diolah menjadi energi terbarukan, sekaligus menjadi bagian dari komitmen Unram dalam membangun kampus yang berkelanjutan dan berdampak.

Lebih dari sekadar teknologi pengolahan limbah, Portable Biodigester merepresentasikan upaya Unram untuk menghadirkan solusi berbasis riset yang dapat diterapkan secara nyata. Inisiatif ini lahir dari kolaborasi antara Unram, Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (BRIDA NTB) , dan Yayasan Rumah Energi dalam mendorong pengembangan energi baru terbarukan yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unram menyebut peluncuran ini sebagai langkah awal yang membuka peluang lebih besar bagi pengembangan inovasi energi hijau di masa depan.

“Inisiatif ini menunjukkan bagaimana riset, inovasi, dan kolaborasi dapat berjalan beriringan untuk menghasilkan solusi yang bermanfaat. Kami mengapresiasi dukungan BRIDA Provinsi NTB dan khususnya Yayasan Rumah Energi yang terus mendampingi pengembangan inovasi energi terbarukan di Unram,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026-06-09 at 5.55.05 PM (1)


Isu pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi menuju kampus yang lebih bertanggung jawab terhadap keberlanjutan. Hal tersebut ditegaskan oleh Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., yang menilai bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat.

“Kampus tidak hanya berbicara tentang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kita juga harus peka terhadap isu keberlanjutan. Inilah salah satu semangat kampus berdampak yang terus kita dorong,” katanya.

Menurut Prof. Sukardi, pengelolaan sampah di lingkungan kampus akan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi. Portable Biodigester menjadi titik awal untuk mengelola sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas harian di kawasan kampus. Apabila hasil uji coba menunjukkan kinerja yang optimal dalam kurun waktu satu bulan, teknologi ini direncanakan akan diperluas implementasinya ke seluruh kantin di lingkungan kampus.

Prof. Sukardi melihat Portable Biodigester sebagai bagian dari arah pengembangan riset unggulan Unram yang berfokus pada kebutuhan. Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan tantangan lokal sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan berkelanjutan.

Komitmen untuk mendorong hilirisasi inovasi juga disampaikan oleh Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H. Menurutnya, hasil riset akan memiliki nilai yang jauh lebih besar ketika dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Hilirisasi tidak boleh berhenti pada tahap prototipe. Inovasi seperti biodigester ini memiliki potensi besar untuk diterapkan di desa-desa dan menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus energi. Inilah bentuk nyata dampak yang diharapkan dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia optimistis pengembangan teknologi tersebut dapat terus disempurnakan hingga memiliki nilai tambah yang lebih luas, termasuk peluang untuk memperoleh perlindungan hak kekayaan intelektual dan direplikasi di berbagai wilayah di NTB.

Sementara itu, Direktur Yayasan Rumah Energi, Dr. Apip Amrullah, menjelaskan bahwa teknologi yang dikembangkan merupakan smart biodigester yang mengintegrasikan sistem pengolahan limbah organik dengan teknologi Internet of Things (IoT) dan panel surya.

“Teknologi ini dirancang agar semakin efisien dan berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus mengembangkan sistemnya sehingga mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri. Dengan demikian, konsep energi hijau dapat diterapkan secara lebih optimal,” jelasnya.

Kehadiran Portable Biodigester menunjukkan bahwa transformasi menuju kampus berkelanjutan tidak selalu dimulai dari langkah yang besar, tetapi dari keberanian untuk mengubah persoalan sehari-hari menjadi peluang inovasi. Sampah yang selama ini dipandang sebagai limbah kini diubah menjadi sumber energi yang bernilai guna.

Sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek energi bersih dan terjangkau, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, aksi iklim, inisiatif ini menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi dapat berkontribusi langsung terhadap pembangunan berkelanjutan. Melalui riset, inovasi, dan kolaborasi, Unram terus memperkuat perannya bukan hanya sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga sebagai penggerak solusi bagi lingkungan dan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....