Daya Tampung Naik Jadi 560 Siswa, SMAN 2 Mataram Siap Hadapi Animo SPMB 2026

  • 02 Jun 2026 07:30 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi momentum penting bagi SMAN 2 Mataram. Sekolah yang selama ini menjadi salah satu tujuan utama lulusan SMP di Kota Mataram tersebut mendapat tambahan daya tampung menjadi 560 siswa yang terbagi dalam 14 rombongan belajar.

Penambahan kuota tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap SMAN 2 Mataram. Setiap tahun, jumlah pendaftar selalu melampaui kapasitas yang tersedia sehingga sekolah harus menyesuaikan diri dengan kebijakan terbaru pemerintah.

Besarnya daya tampung yang diberikan tahun ini dinilai sebagai peluang untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Namun di sisi lain, sekolah juga dihadapkan pada tantangan untuk tetap menjaga kualitas layanan pendidikan di tengah bertambahnya jumlah peserta didik.

“SMAN 2 sekarang mendapatkan 14 rombongan belajar. Dengan jumlah 40 siswa per rombongan belajar, daya tampung reguler kami mencapai 560 siswa pada SPMB tahun ajaran 2026/2027,” kata Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, Selasa 2 Juni 2026.

Menurutnya, tingginya kuota yang diberikan tidak muncul begitu saja. Kebijakan tersebut merupakan refleksi dari tingginya minat masyarakat yang menjadikan SMAN 2 Mataram sebagai salah satu sekolah tujuan utama di NTB.

Selama beberapa tahun terakhir, sekolah ini konsisten mencatatkan prestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik. Capaian tersebut ikut memengaruhi meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan.

Abdul Kadir mengungkapkan, keberhasilan siswa menembus perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi dan jalur tes menjadi salah satu indikator yang memperkuat daya tarik sekolah. Ditambah lagi dengan berbagai prestasi olahraga, seni, dan kegiatan ekstrakurikuler yang terus bertambah setiap tahun.

“Artinya, animo masyarakat terhadap SMAN 2 sangat tinggi. Ini tentu menjadi kepercayaan yang harus kami jaga dengan memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik,” ujarnya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan SPMB kini memberikan tantangan baru bagi sekolah untuk mengelola jumlah peserta didik yang lebih besar. Kesiapan ruang belajar, tenaga pendidik, hingga sistem pembinaan siswa menjadi aspek yang terus dipersiapkan sejak dini.

Pihak sekolah juga melihat bertambahnya kuota sebagai kesempatan menghadirkan lebih banyak siswa dengan latar belakang dan potensi yang beragam. Keberagaman tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim pembelajaran yang semakin dinamis dan kompetitif.

Abdul Kadir menegaskan bahwa bertambahnya jumlah peserta didik tidak akan mengurangi komitmen sekolah dalam membina karakter dan prestasi siswa. Justru kondisi tersebut menjadi motivasi untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Semakin banyak siswa yang diterima, semakin besar tanggung jawab kami. Karena itu kami harus memastikan kualitas pembelajaran, pembinaan karakter, dan pengembangan bakat siswa tetap berjalan optimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh proses SPMB akan dilaksanakan sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan pemerintah. Transparansi, akuntabilitas, dan pemerataan akses pendidikan menjadi prinsip yang akan dijaga selama proses penerimaan berlangsung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....