Rektor UIN Mataram Tegaskan ASN Kemenag Wajib Jaga Marwah Institusi

  • 21 Mei 2026 16:16 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram — Rektor UIN Mataram Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir mempertegas amanat Menteri Agama RI Nasaruddin Umar terkait pentingnya menjaga marwah dan nama baik institusi bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama. Penegasan tersebut disampaikan usai pelantikan ASN secara nasional, pada Kamis 21 Mei 2026.

Dalam arahannya, Rektor menekankan bahwa ASN UIN Mataram tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga memikul tanggung jawab moral sebagai representasi lembaga di tengah masyarakat.

Karena itu, integritas, etika, disiplin, dan profesionalisme dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi keagamaan.

“ASN UIN Mataram harus menjadi teladan birokrat yang berintegritas, menjaga etika, disiplin, dan nama baik institusi dalam setiap tindakan maupun komunikasi publik,” katanya, menegaskan.

Ia menjelaskan, di tengah perkembangan era digital, citra lembaga sangat dipengaruhi oleh perilaku individu ASN, termasuk dalam penggunaan media sosial.

Seluruh pegawai diminta lebih bijak dalam bersikap dan menjaga komunikasi publik agar tidak berdampak negatif terhadap reputasi kampus maupun Kementerian Agama.

“Setiap ASN adalah wajah institusi. Apa yang kita lakukan akan dinilai publik dan berdampak terhadap kepercayaan masyarakat kepada kampus maupun Kementerian Agama,” ujarnya.

Selain menjaga nama baik lembaga, Rektor juga menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan publik yang humanis, profesional, dan berintegritas sebagai bagian dari implementasi nilai moderasi beragama dan tata kelola pemerintahan yang baik di lingkungan perguruan tinggi.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam pesannya menilai integritas dan akhlak menjadi elemen utama dalam membangun birokrasi yang dipercaya masyarakat.

ASN, menurutnya, tidak cukup hanya memiliki kemampuan administratif, tetapi juga harus menjunjung moralitas, loyalitas, dan semangat pengabdian.

“Jangan pernah lupakan air mata dan doa suci orang tua. Di balik kesuksesan kita hari ini, ada perjuangan mereka yang harus selalu kita hormati,” pesan Menag.

Pesan tersebut menjadi refleksi penting dalam pembentukan karakter ASN yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas birokrasi, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan kepedulian sosial dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....