SMPN 15 Mataram Targetkan Dominasi Juara FLS3N 2026 lewat Pembinaan Intensif

  • 20 Mei 2026 18:00 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – SMPN 15 Mataram telah melakukan persiapan yang matang untuk menghadapi Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026. Pembinaan dilakukan sejak awal tahun ajaran melalui latihan rutin dan pendampingan khusus di setiap cabang lomba.

Sekolah tersebut juga kembali dipercaya menjadi tuan rumah FLS3N tingkat Kota Mataram karena dinilai memiliki fasilitas yang memadai, seperti Aula Terbuka.

Kepala SMPN 15 Mataram, Sri Wahyu Indriani menjelaskan bahwa sekolahnya dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan FLS3N sejak tahun 2022.

“Kami menjadi tuan rumah dari tahun dua ribu dua puluh dua, kami tetap terbuka demi kelancaran kegiatan,” jelasnya, Rabu 20 Mei 2026.

Terkait dengan kegiatan FLS3N, Wakil Kepala SMPN 15 Mataram Bidang Kesiswaan, Dewi Tutini Yulianti mengatakan, bahwa sekolahnya melakukan selalu mempersiapkan diri setiap tahunnya. Hasil dari persiapan matang yang dilakukan, pada tahun 2025 sekolah meraih juara terbanyak pada FLS3N Kota Mataram.

“Dari delapan mata lomba tahun lalu, kami meraih enam juara pertama dan dua juara kedua. Semuanya lanjut ke tingkat provinsi,” katanya.

Ia menjelaskan, beberapa cabang lomba bahkan berhasil melaju hingga seleksi nasional. Cabang pantomim dan menyanyi solo menjadi salah satu prestasi yang dinilai membanggakan.

Untuk menghadapi FLS3N tahun ini, sekolah meminta seluruh pelatih menyusun program latihan mingguan dan target pencapaian sejak awal. Dana bantuan kinerja dari prestasi sebelumnya juga dialokasikan kembali untuk pembinaan siswa.

“Kami meminta semua pelatih membuat jadwal dan program latihan yang jelas agar persiapan anak-anak lebih maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, siswa terlebih dahulu dimantapkan pada teknik dasar sebelum menyesuaikan konsep dengan petunjuk teknis lomba. Cara tersebut dinilai membuat siswa lebih siap menghadapi perubahan tema perlombaan.

SMPN 15 Mataram juga telah menyiapkan sejumlah konsep penampilan untuk beberapa cabang lomba. Tari mengangkat budaya Perang Topat, sementara pantomim membawa tema lingkungan tentang sampah.

Dewi mengakui persaingan tahun ini diperkirakan semakin ketat karena jumlah peserta meningkat dibanding tahun sebelumnya. Meski begitu, sekolah tetap optimistis mampu bersaing secara sportif.

“Harapan kami anak-anak bisa tampil maksimal dan tetap sportif. Semua sekolah pasti punya target yang sama untuk lolos ke tingkat nasional,” katanya.

Melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten, pihak SMPN 15 Mataram berharap dapat kembali melahirkan prestasi sekaligus mengembangkan kreativitas siswa di bidang seni dan budaya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....