UIN Mataram Usulkan Pembangunan Rusunawa Mahasiswa dan Dosen ke Pemerintah Pusat

  • 18 Mei 2026 18:15 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – UIN Mataram mengusulkan pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) bagi mahasiswa dan dosen kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia. Usulan tersebut disampaikan langsung Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, dalam agenda silaturahmi dan koordinasi strategis bersama Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Fahri Hamzah, pada Kamis 14 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Rektor didampingi Kepala Biro AAKK dan Direktur Pascasarjana UIN Mataram. Pihak kampus secara resmi mengajukan pembangunan Rusunawa yang direncanakan masuk dalam program Tahun Anggaran 2027.

Prof. Masnun Tahir mengatakan kebutuhan hunian yang layak dan terjangkau menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pendidikan tinggi. Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa, khususnya yang berasal dari luar daerah, sekaligus mendukung kenyamanan dosen dalam menjalankan aktivitas akademik.

“Pembangunan Rusunawa ini menjadi bagian dari ikhtiar UIN Mataram dalam meningkatkan layanan dan fasilitas pendidikan,” jelasnya. “Kami berharap program ini dapat mendukung kenyamanan belajar mahasiswa dan memperkuat lingkungan akademik yang lebih kondusif.”

Selain sebagai tempat tinggal, Rusunawa juga diproyeksikan menjadi ruang penguatan budaya akademik dan pembinaan karakter mahasiswa di lingkungan kampus. Kehadiran fasilitas tersebut dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih terintegrasi dan produktif.

UIN Mataram berharap usulan pembangunan Rusunawa mendapat dukungan pemerintah pusat agar dapat direalisasikan sesuai rencana. Fasilitas hunian yang representatif diyakini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan layanan pendidikan dan kesejahteraan sivitas akademika.

Pertemuan bersama Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI juga menjadi momentum memperkuat hubungan kelembagaan antara UIN Mataram dan pemerintah pusat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan tinggi keagamaan di daerah secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....