SMKN 1 Lingsar Perkuat Pencegahan Penggunaan Narkoba lewat Pendekatan Humanis

  • 13 Mei 2026 07:02 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – SMKN 1 Lingsar terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah melalui pendekatan humanis dan persuasif. Pihak sekolah menilai pencegahan tidak cukup dilakukan melalui aturan semata, tetapi harus dibangun melalui kedekatan emosional antara guru dan siswa.

Pendekatan tersebut diterapkan melalui komunikasi yang intensif, dialog klasikal maupun individual, serta pemberian pemahaman mengenai dampak buruk narkoba dan perilaku negatif lainnya. Sekolah juga berupaya menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak agar siswa merasa nyaman dan terlindungi.

Kepala SMKN 1 Lingsar, Ahmad Sabli mengatakan, sekolah sejak awal telah menempatkan pencegahan narkoba sebagai perhatian penting dalam pembinaan siswa. Menurutnya, kesadaran siswa menjadi kunci utama agar mereka tidak terjerumus pada penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

“Dari dulu kami selalu melakukan langkah-langkah preventif. Yang paling utama adalah memberikan kesadaran kepada siswa melalui pendekatan persuasif, karena kami tidak mungkin mengawasi mereka selama dua puluh empat jam,” jelasnya, Rabu 13 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pihak sekolah lebih mengedepankan dialog dan pendekatan emosional dibandingkan hukuman yang bersifat represif. Guru diminta menyesuaikan cara komunikasi dengan perkembangan generasi muda saat ini agar hubungan dengan siswa lebih dekat.

Menurutnya, hubungan yang baik antara guru dan siswa akan membuat pembinaan lebih efektif. Ketika siswa merasa diperhatikan dan dipercaya, maka nasihat yang diberikan guru akan lebih mudah diterima.

“Kalau sudah ada kepercayaan antara guru dan siswa, maka apa yang disampaikan guru akan lebih mengena. Tidak sekadar memberi informasi, tetapi benar-benar bisa membina mereka,” ujarnya.

Selain pendekatan personal, sekolah juga mengusung slogan “Sekolah Gembira” sebagai budaya belajar di lingkungan pendidikan tersebut. Konsep itu diterapkan untuk menciptakan suasana sekolah yang komunikatif, aman, dan mendukung tumbuh kembang siswa.

Lingkungan sekolah yang positif diyakini dapat menjadi benteng awal bagi siswa agar tidak mencari pelarian ke perilaku negatif. Karena itu, seluruh guru didorong aktif mendengarkan keluhan dan kebutuhan siswa.

Ahmad Sabli menegaskan, hingga saat ini pihak sekolah belum menemukan kasus penyalahgunaan narkoba di lingkungan SMKN 1 Lingsar. Meski demikian, langkah pencegahan tetap diperkuat agar situasi kondusif tersebut dapat dipertahankan.

“Sampai saat ini belum ada kasus. Mudah-mudahan tidak ada. Tetapi kalau pun ada, kami akan lebih mengedepankan pembinaan,” katanya.

Ia berpandangan bahwa siswa yang terjerat penyalahgunaan narkoba harus diposisikan sebagai korban yang membutuhkan pendampingan dan pembinaan. Namun, pendekatan berbeda akan diterapkan apabila siswa terlibat sebagai pengedar.

Menurutnya, penanganan terhadap pengedar sudah masuk ke ranah hukum sehingga sekolah harus bekerja sama dengan aparat terkait. Sementara untuk korban penyalahgunaan, sekolah akan fokus pada pemulihan dan edukasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....