UIN Mataram Perkuat Moderasi Beragama lewat “Ngopi Lintas Iman”

  • 08 Mei 2026 15:20 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram terus memperkuat upaya pencegahan radikalisme dan intoleransi di kalangan generasi muda melalui penguatan moderasi beragama dan dialog lintas iman.

Salah satu langkah preventif tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Ngopi Lintas Iman” bertema “Merawat Solidaritas Iman Menuju Solidaritas Kemanusiaan” yang digelar di Gedung Research Center Kampus II UIN Mataram.

Kegiatan yang diinisiasi Pusat Moderasi Beragama LP2M UIN Mataram itu menjadi ruang dialog antarumat beragama dalam memperkuat harmoni sosial, toleransi, serta membangun solidaritas kemanusiaan di tengah tantangan disinformasi dan berkembangnya narasi intoleransi di media sosial.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, yang membuka langsung kegiatan tersebut menegaskan, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun nilai-nilai kemanusiaan dan moderasi beragama.

Menurutnya, dialog lintas iman yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan menjadi fondasi penting dalam menciptakan peradaban yang damai dan inklusif.

“Perguruan tinggi harus menjadi pusat penguatan nilai kemanusiaan, toleransi, dan moderasi beragama,” ujarnya, Jumat 8 Mei 2026.

Ketua LP2M UIN Mataram, Prof. Dr. Kadri menambahkan, solidaritas lintas iman tidak cukup hanya diwujudkan dalam simbol toleransi semata, tetapi harus hadir dalam bentuk aksi sosial dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Diskusi tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan pusat studi dan lembaga di lingkungan LP2M UIN Mataram, di antaranya Kepala Pusat Pengabdian, Kepala Pusat Studi Gender dan Anak, Kepala Pusat Publikasi, Kepala Pusat Penelitian, Kepala International Office, serta Ketua Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan UIN Mataram.

Selain itu, sejumlah tokoh agama Kristen di NTB juga hadir dalam forum tersebut, seperti Pdt. Simon Simanjuntak, Pdt. Deny Rembet, dan Pdt. Suwardi bersama para pendeta lainnya.

Kehadiran lintas tokoh agama tersebut memperlihatkan bahwa semangat persaudaraan antarumat beragama tidak hanya menjadi wacana, tetapi telah dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan sosial masyarakat.

Sementara itu, Kepala Pusat Moderasi Beragama LP2M UIN Mataram, Apipuddin mengatakan forum lintas iman perlu terus dirawat secara berkelanjutan sebagai ruang saling mengenal, mendengar, dan berbagi pengalaman antarumat beragama.

Menurutnya, perkembangan dunia digital saat ini turut menghadirkan tantangan berupa maraknya informasi yang kontraproduktif terhadap kerukunan dan toleransi.

Karena itu, forum seperti “Ngopi Lintas Iman” dinilai penting untuk memperkuat narasi kontra radikalisme melalui media sosial, khususnya bagi generasi muda di lingkungan kampus dan lembaga pendidikan.

“Semakin sering digaungkan di forum-forum seperti ini, akan menjadi pembelajaran melalui dunia digital bagi generasi muda,” jelasnya.

Ia berharap kolaborasi lintas sektor, mulai dari lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi masyarakat hingga generasi muda dapat terus diperkuat dalam menjaga toleransi dan persatuan bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....