Kota Mataram Antisipasi Fenomena El Nino Berulang lewat Riset

  • 05 Mei 2026 14:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – El Nino sering kali disebut sebagai fenomena berulang yang melanda Indonesia, seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Mengantisipasi dampaknya memerlukan kesiapan.

Sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kota Mataram, ikut melakukan antisipasi. Ketersediaan pangan yang relatif stabil dan surplus menjadi bukti langkah itu. Misal di bidang perberasan, Mataram mengalami surplus seberat 69,866 ton. Untuk kedelai dan gula pasir lebih kepada tata niaga, begitu pula komoditas cabai dan telur ayam.

“Ketersediaan, tata niaga, mesti dilakukan karena masuk ukuran penyumbang inflasi. Katakan untuk harga cabai yang Rp 150 ribu per kilogram,” kata I Nyoman Swandiasa, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Mataram di Dialog Kentongan RRI Mataram bertopik Hasil Riset Pertanian Antisipasi Dampak Kekeringan El Nino, 7 April 2026.

Suandiasa mengatakan, capaian surplus di bidang perberasan diperoleh dari luas sawah eksis di Kota Mataram sekitar 6.100 hektar dan luas baku sawah sekitar 1.100 hektar. Sementara luas tanam sekitar 924 hektar. Sedangkan luas panen sekitar 800 hektar.

Suandiasa mengatakan, optimalisasi usaha berdasar data itu merupakan bentuk pertahanan sawah di ibu kota termasuk menghadapi El Nino. Kemarau berpotensi menggerus ketersediaan pangan akibat kekeringan yang timbul selama periode El Nino. Praktik antisipasi dilakukan Brida lewat program berbasis riset, dan program dari Dinas Pertanian Kota Mataram. Upaya kedua-duanya menjadi pendekatan dari konteks antisipasi.

“Hasil riset selalu dilibatkan sebagai dasar perencanaan, dan pengambilan Keputusan pemerintah. Oleh karena itu, tidak boleh berdasar asumsi. Setiap produk riset menjadi kerangka acuan oleh OPD,” kata Suandiasa.

Implementasi periset, kata Suandiasa, seperti pemanfaatan teknologi berbasis Internet Of Thing. Pemanfaat IOT melibatkan penyuluh yang juga periset. Penyuluh memiliki latar belakang yang mumpuni. Kerjanya di sawah dan ladang didukung kajian kotemporer terbaru termasuk bidang perikanan. Pemanfaatan IOT di bidang perikanan, kata Suandiasa, seperti otomatisasi di kolam ikan.

Memanfaatkan hasil riset membawa penyuluh pertanian Kota Mataram ke pentas nasional. Untuk tahun ini, penyuluh tanaman sorgum yang berangkat ke Jakarta. Sorgum diakui menjadi inovasi Kota Mataram. Didukung Permen ATR yang mengamantkan ketegasan terhadap fungsi lahan atau sawah dari ekspansi bangunan dan industri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....