Infrastruktur Menua, SMAN 3 Mataram Dorong Revitalisasi Optimalkan Pembelajaran

  • 22 Apr 2026 09:50 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Kondisi infrastruktur menjadi salah satu tantangan yang dihadapi SMAN 3 Mataram dalam mendukung proses pembelajaran. Seiring usia bangunan yang telah puluhan tahun, sejumlah fasilitas mulai mengalami penurunan kualitas.

Sebagian ruang belajar dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk pada bagian atap dan struktur bangunan. Kondisi ini mendorong perlunya percepatan program revitalisasi sekolah.

Kepala SMAN 3 Mataram, Yuspita Martiningrum, mengungkapkan bahwa usia bangunan menjadi faktor utama menurunnya kondisi fasilitas. Ia menyebut sebagian besar gedung sudah tidak lagi dalam kondisi optimal.

“Usia bangunan yang telah lebih dari 50 tahun membuat sebagian fasilitas mengalami kerusakan,” ujarnya, Rabu 22 April 2026.

Kondisi atap kelas SMAN 3 Mataram yang bocor.
Kondisi atap kelas SMAN 3 Mataram yang bocor.

Meski demikian, katanya, sekolah telah menerima bantuan pembangunan ruang kelas baru. Namun, kebutuhan perbaikan secara menyeluruh masih belum terpenuhi.

Pengajuan revitalisasi tambahan telah dilakukan melalui berbagai mekanisme. Sekolah berharap dapat memperoleh alokasi pada tahap berikutnya.

“Kami telah mengusulkan kembali program revitalisasi dan berharap dapat direalisasikan,” katanya.

Di tengah keterbatasan tersebut, ia mengungkapkan bahwa sekolah tetap berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satunya melalui pemanfaatan perangkat digital seperti smartboard.

Penggunaan perangkat ini diatur secara bergiliran agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh siswa. Pendekatan ini dilakukan untuk menjaga pemerataan akses.

“Penggunaan perangkat digital kami atur secara terjadwal agar dapat dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.

Selain digunakan secara internal, praktik pemanfaatan teknologi juga dibagikan kepada sekolah lain. Kegiatan pengimbasan dilakukan untuk memperluas penerapan pembelajaran digital.

Puluhan sekolah telah dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Hal ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif dalam pengembangan pendidikan.

“Kami juga melakukan pengimbasan kepada sekolah lain agar pemanfaatan teknologi dapat meluas,” ucapnya.

Di tengah kebutuhan perbaikan fisik yang belum sepenuhnya terpenuhi, sekolah tetap menjaga proses pembelajaran berjalan optimal.

Upaya ini dilakukan dengan memaksimalkan sumber daya yang tersedia sambil menunggu dukungan lanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....