Transformasi Awal Kepemimpinan, Kepala SMKN 1 Narmada Fokus Pembenahan Sistem
- 29 Mar 2026 19:47 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - SMKN 1 Narmada mulai menunjukkan arah perubahan sejak kepemimpinan baru berjalan di awal tahun ini. Berbagai langkah pembenahan dilakukan secara bertahap untuk memperkuat sistem pendidikan dan budaya sekolah.
Kepala SMKN 1 Narmada, Ridhan Hadi, menegaskan bahwa fokus awal kepemimpinannya adalah melakukan observasi menyeluruh. Ia ingin memastikan setiap kebijakan berbasis pada kondisi riil di lapangan.
Menurutnya, tahap awal diisi dengan program kerja 100 hari untuk memetakan kebutuhan sekolah. Pendekatan ini dilakukan agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
“Di awal saya tidak langsung membuat keputusan besar, tetapi observasi dulu. Saya ingin memahami kebutuhan guru dan kondisi sekolah secara utuh,” jelasnya, Minggu 29 maret 2026.
Hasil observasi menunjukkan masih adanya sejumlah aspek yang perlu dibenahi, terutama pada perangkat pembelajaran guru. Fasilitas pendukung menjadi salah satu perhatian utama.
Ridhan mengungkapkan bahwa banyak guru sebenarnya memiliki komitmen tinggi, namun terkendala sarana. Oleh karena itu, penyediaan fasilitas seperti printer menjadi prioritas awal.
“Saya tidak ingin hanya menuntut guru, tapi juga harus menyediakan fasilitas yang mereka butuhkan. Itu prinsip saya,” katanya.
Selain itu, evaluasi rutin dilakukan melalui rapat dinas dua kali dalam sepekan. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan koordinasi antar guru.
Dalam rapat tersebut, setiap perkembangan pembelajaran dibahas secara terbuka. Evaluasi dilakukan tidak untuk mencari kesalahan, tetapi mencari solusi bersama.
“Kita lakukan supervisi dan coaching klinis. Jadi bukan menyalahkan, tapi membantu guru menemukan solusi,” jelasnya.
Di sisi lain, penguatan budaya sekolah juga menjadi perhatian serius. Ia menilai budaya disiplin perlu dibangun melalui keteladanan, bukan sekadar instruksi.
Ridhan mencontohkan, dirinya selalu hadir lebih awal untuk menyambut siswa di gerbang sekolah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk teladan bagi guru dan siswa.
“Saya harus jadi contoh, bukan hanya menyuruh. Itu yang paling penting dalam membangun budaya,” jelasnya.
Langkah-langkah awal ini diharapkan mampu menciptakan perubahan berkelanjutan. Sekolah pun diarahkan menjadi lingkungan belajar yang lebih tertib dan produktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....