Direktur UT Mataram: Beasiswa LPDP Perlu Aturan Kontribusi Lebih Fleksibel
- 17 Mar 2026 06:47 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Beasiswa pendidikan menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program seperti LPDP dinilai memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik di dunia.
Namun demikian, muncul perdebatan mengenai kontribusi penerima beasiswa setelah menyelesaikan pendidikan. Sebagian pihak menilai penerima beasiswa harus kembali ke Indonesia untuk mengabdi.
Direktur UT Mataram Ronny Basista, Ph.D. menilai program beasiswa tersebut tetap sangat penting bagi pembangunan nasional. Ia menilai program tersebut tidak seharusnya dihentikan.
“LPDP ini sebenarnya sangat bagus karena memberi peluang bagi orang yang punya kualitas untuk studi di perguruan tinggi terbaik di luar negeri,” ujarnya, Selasa 17 Maret 2026.
Menurutnya, yang perlu diperbaiki bukanlah programnya, tetapi mekanisme kontribusi para penerima beasiswa. Kontribusi tidak selalu harus dilakukan dengan kembali langsung ke Indonesia.
Ronny menilai kontribusi juga dapat dilakukan dari luar negeri. Misalnya melalui kerja sama penelitian atau pengembangan akademik.
“Kalau ada penerima beasiswa yang menjadi dosen di luar negeri, dia bisa menarik dana penelitian untuk dialokasikan ke Indonesia,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah perlu membuat aturan yang lebih jelas mengenai hal tersebut. Dengan demikian kontribusi para penerima beasiswa dapat tetap terukur.
Selain itu, sistem pelaporan juga dinilai perlu diperkuat. Penerima beasiswa yang bekerja di luar negeri tetap harus melaporkan kontribusi mereka.
“Harus ada aturan yang jelas dan kewajiban laporan mengenai kontribusi mereka,” jelas Ronny.
Dengan pendekatan tersebut, ia yakin program beasiswa tetap dapat memberikan manfaat besar bagi Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....