Tingkatkan Jumlah Mahasiswa, Direktur UT Mataram Siapkan Strategi Kolaborasi
- 17 Mar 2026 06:01 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Direktur Universitas Terbuka (UT) Mataram Ronny Basista, Ph.D., mulai menyiapkan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan jumlah mahasiswa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satu fokus utama yang disiapkan adalah memperluas kerja sama dengan berbagai institusi di daerah.
Langkah ini dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor, UT Mataram berharap dapat menjangkau lebih banyak calon mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Direktur UT Mataram menegaskan bahwa penguatan kerja sama menjadi salah satu agenda utama dalam kepemimpinannya. Kerja sama tersebut akan melibatkan pemerintah daerah, lembaga sosial, hingga institusi pendidikan.
“Ke depan kami sudah mulai menjajaki kerja sama dengan pemerintah provinsi dan berbagai organisasi sosial kemasyarakatan,” terangnya, Selasa 17 Maret 2026.
Ronny menjelaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah dinilai penting untuk mendorong peningkatan pendidikan masyarakat. Pemerintah daerah dinilai memiliki peran strategis dalam membuka peluang pendidikan bagi masyarakat luas.
Melalui kerja sama tersebut, UT Mataram berharap dapat memfasilitasi peningkatan kualifikasi pendidikan bagi aparatur maupun masyarakat umum. Hal ini sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTB.
“Kami melihat potensi kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah cukup besar, terutama untuk meningkatkan pendidikan pegawai yang belum sarjana,” katanya.
Selain pemerintah daerah, UT Mataram juga menjalin kemitraan dengan berbagai organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pendidikan hingga ke berbagai lapisan masyarakat.
Organisasi sosial dinilai memiliki jaringan yang luas di tengah masyarakat. Dengan kemitraan tersebut, UT dapat membuka peluang pendidikan bagi kelompok masyarakat yang sebelumnya sulit menjangkau perguruan tinggi.
Ronny menambahkan bahwa kerja sama juga akan diperluas ke lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Pondok pesantren menjadi salah satu mitra yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan tinggi.
“Kami juga mulai menjalin kerja sama dengan berbagai pondok pesantren untuk membuka peluang pendidikan bagi para santri,” jelasnya.
Menurutnya, pesantren memiliki jumlah santri yang besar dan berpotensi melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Sistem pembelajaran fleksibel yang dimiliki UT dinilai cocok bagi lulusan pesantren yang ingin tetap melanjutkan aktivitas mereka.
Melalui berbagai kerja sama tersebut, UT Mataram berharap dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Strategi kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah mahasiswa sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTB.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....