SMK Go Global Bidik 500 Ribu Pekerja Migran, Lulusan SMK NTB Jadi Sasaran Utama
- 04 Sep 2026 13:22 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Lulusan SMK di Nusa Tenggara Barat (NTB) didorong untuk menembus pasar kerja internasional melalui program 'SMK Go Global'. Program pemerintah ini menargetkan penempatan 500.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) hingga 2029, 300.000 di antaranya berasal dari lulusan SMK.
Program tersebut disosialisasikan dalam kegiatan Sosialisasi Program Peningkatan Kapasitas Pasar Kerja Luar Negeri dan 'SMK Go Global' di SMK Negeri 3 Mataram Kamis, 3 September 2026. Kegiatan yang diselenggarakan KP2MI bersama BP3MI NTB dan SMK Negeri 3 Mataram tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari unsur pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pelatihan, siswa, alumni, dan masyarakat.
Direktur Promosi dan Kerja Sama Luar Negeri KP2MI, Sri Mulyani, mengatakan peluang kerja luar negeri masih terbuka luas. Data SIP2MI per 1 Agustus 2026 mencatat 296.621 lowongan kerja, namun baru sekitar 25,8 persen yang terisi.
"Target penempatan CPMI dilakukan bertahap, yakni 40.000 orang pada 2026, 140.000 pada 2027, 180.000 pada 2028, dan 140.000 pada 2029. Mereka akan disiapkan untuk berbagai sektor, seperti kesehatan, manufaktur, teknik, hospitality, pariwisata, pertanian, perikanan, konstruksi, transportasi, dan kelautan. Negara tujuan antara lain Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia, Singapura, Jerman, Italia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar," ujarnya.
Selain keterampilan teknis, peserta akan dibekali bahasa asing, komunikasi, budaya kerja, kemampuan beradaptasi, keselamatan kerja, serta pemahaman kontrak dan perlindungan pekerja. Program peningkatan kapasitas tersebut diberikan tanpa biaya bagi peserta yang memenuhi persyaratan.
Kepala SMK Negeri 3 Mataram, Sulman Haris, menegaskan pentingnya peran sekolah dalam menyiapkan lulusan menghadapi pasar kerja global. SMK Negeri 3 Mataram mengembangkan program Kelas Vokasi Mendunia (Kevo Mendunia) sebagai program PSMK NTB, termasuk penguatan bahasa Jepang dengan melibatkan alumni yang telah bekerja di Jepang.
"Sekolah juga membangun kemitraan dengan perusahaan asal Jepang untuk memperluas peluang kerja bagi lulusan sebagai pekerja migran profesional," katanya.
Kepala BP3MI NTB, Kadir, mengingatkan calon pekerja migran agar menempuh seluruh proses secara resmi dan memahami konsep migrasi aman. Calon PMI harus memiliki kontrak kerja yang jelas serta memperoleh perlindungan selama proses bekerja di luar negeri. Masyarakat juga diminta mewaspadai calo dan penipuan lowongan kerja daring yang berpotensi mengarah pada TPPO.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, BP3MI NTB mencatat layanan Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP) dan pendataan PMI mencapai 18.316 orang, dengan negara tujuan antara lain Malaysia, Jepang, Brunei Darussalam, dan Singapura.
Melalui program 'SMK Go Global', pemerintah mendorong kolaborasi sekolah, pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan agar lulusan SMK memiliki kompetensi, sertifikasi, kemampuan bahasa, serta pemahaman migrasi aman untuk bersaing di pasar kerja global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....