Direktur UT Mataram Dorong Pendidikan Tinggi Lebih Fleksibel Demi Tingkatkan SDM
- 17 Mar 2026 05:38 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Akses pendidikan tinggi yang fleksibel dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sistem pembelajaran jarak jauh dinilai mampu menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan waktu maupun lokasi untuk melanjutkan studi.
Universitas Terbuka (UT) Mataram menjadi salah satu perguruan tinggi yang menawarkan model pendidikan tersebut. Melalui sistem kuliah jarak jauh, masyarakat dapat menempuh pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau aktivitas utama mereka.
Direktur UT Mataram Ronny Basista, Ph.D. menegaskan bahwa salah satu fokus pengembangan kampus yang dipimpinnya adalah meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di NTB. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.
Ronny menjelaskan bahwa kampus yang dipimpinnya berupaya menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Upaya ini dilakukan agar pendidikan tinggi dapat diakses lebih luas oleh warga NTB.
“Target kami adalah meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di NTB. Masyarakat harus semakin banyak yang mengenyam pendidikan tinggi,” jelasnya, Selasa 17 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa UT memiliki keunggulan dalam fleksibilitas sistem pembelajaran. Hal ini memungkinkan masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu tetap bisa melanjutkan pendidikan.
“Pilihan pendidikan tinggi di NTB memang sudah cukup banyak. Tetapi yang paling fleksibel itu UT, karena sistemnya memungkinkan orang tetap bekerja sambil kuliah,” katanya.
Saat ini jumlah mahasiswa aktif UT Mataram tercatat sekitar 6.700 orang. Jumlah tersebut berasal dari berbagai daerah di NTB.
Meski demikian, Ronny menilai jumlah tersebut masih bisa ditingkatkan. Ia menyebutkan bahwa UT Mataram masih tertinggal dibandingkan beberapa provinsi lain di Indonesia.
“Kalau dikatakan besar tidak juga, tetapi kalau kecil juga tidak. Namun kami harus bisa meningkatkan jumlah mahasiswa,” terangnya.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah pilihan masyarakat setelah lulus sekolah menengah yang tidak selalu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Sebagian lulusan SMA memilih langsung bekerja atau merantau ke luar daerah. Bahkan tidak sedikit yang memilih bekerja ke luar negeri sebagai tenaga kerja.
Ronny menilai kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi. Oleh karena itu, UT Mataram berupaya memperluas sosialisasi agar masyarakat memahami peluang pendidikan yang tersedia.
“Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui sistem pendidikan di UT. Karena itu kami akan terus melakukan sosialisasi,” ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....