Universitas Mataram Bangun Lingkungan Keberlanjutan melalui Erasmus+ ENHANCE

  • 06 Mar 2026 11:27 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Salah satu langkah strategis Universitas Mataram dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan di tengah urgensi global akan isu-isu lingkungan dan keberlanjutan adalah bergabung dalam konsorsium internasional melalui proyek Erasmus+ Enhance. Sebuah program yang dirancang untuk memperkuat kapasitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam menghadirkan riset dan inovasi yang berdampak.

Tantangan-tantangan global saat ini diharapkan mampu teratasi dengan keterlibatan aktif perguruan tinggi Indonesia dalam jejaring akademik internasional. Proyek Erasmus+ Enhance merupakan proyek yang didanai oleh Uni Eropa melalui Erasmus+ CBHE yang melibatkan tujuh universitas dari empat negara berbeda.

Mitra konsorsium proyek ini meliputi 3 universitas dari luar negeri, yaitu Maastricht School of Management dari Belanda, University of Gotingen dari Jerman, Universita Cattolica del Sacro Cuore dari Italia, sedangkan universitas dari dalam negeri yaitu Institut Pertanian Bogor, Universitas Nusa Cendana, Universitas Palangka Raya dan Universitas Mataram.

Proyek Erasmus+ ENHANCE (European-Indonesian Partnership for Strengthening Higher Education on Enviromental and Sustainable Scince in Indonesia) merupakan program kerja sama internasional dalam skema Erasmus+ Capacity Building in Higher Education (CHBE).

Tujuan utama proyek ini adalah mengembangkan dan memperkuat pendidikan pascasarjana bidang lingkungan dan keberlanjutan melalui penguatan kapasitas institusi, inovasi, kurikulum, pengembangan riset transdisipliner yang melibatkan kolaborasi akademi, pemerintah, industri dan masyarakat.

Menurut Prof. Dr. Ir. Markum, M.Sc, yang merupakan Ko-kreasi dan riset kolaborasi proyek ini, urgensi penekanan Erasmus+ Enhance adalah karena mengingat karakteristik wilayah kepulauan kecil dengan daya dukung sumber alam terbatas serta kerentanan lingkungan dan sosial ekonomi yang tinggi. Beberapa tantangan yang dihadapi meliputi degradasi hutan, tekanan ekosistem pesisir dan laut, Tingkat kemiskinan serta kerentanan iklim.

“Waktu pengerjaan proyek ini selama 3 tahun, inti dari proyek ini bahwa tidak bisa satu proyek dikerjakan satu pihak, kita akan mengembangkan kolaborasi dengan semua pihak,” ujarnya dalam peluncuran Erasmus+ Enhance, di Ruang Sidang Senat, Gedung Rektorat Lt.3 Universitas Mataram, pada Rabu, 4 Maret 2026.

Dalam sambutannya, apresiasi disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Akmaluddin, S.T., M.Sc.(Eng.), Ph.D., kepada tim Erasmus Unram atas keberhasilan memperoleh pendanaan internasional melalui program Erasmus+ ENHANCE. Capaian ini dinilai memperkuat komitmen Unram menuju visi berdaya saing global sekaligus meningkatkan kepercayaan diri untuk memperluas jejaring kerja sama internasional. Apresiasi juga diberikan kepada RRI, TVRI, dan pemerintah daerah atas dukungan dalam memperkuat diseminasi informasi publik dan kolaborasi lintas sektor.

Proyek ENHANCE dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu penguatan kapasitas kelembagaan Pendidikan tinggi, inovasi kurikulum dan metode pembelajaran berbasis keberlanjutan, serta pengembangan riset transdisipliner yang terhubung dengan kebutuhan nyata masyarakat dan pembangunan daerah.

Presentasi proyek dalam peluncuran Erasmus+ Enhance ini turut menghadirkan Anggota Tim Work Package 1 yaitu Nur Aida Arifah Tara, M.Si., Ph.D yang mengungkapkan bahwa proyek ini membutuhkan dukungan semua pihak agar bersama-sama bisa bersinergi meningkatkan mutu Pendidikan dan menjaga kualitas lingkungan berkelanjutan khususnya di NTB.

“Kehadiran proyek ini merupakan kolaborasi dunia perguruan tinggi, yang dalam proses pengembangan kedepan semua turut serta mengambil peran penting dalam penataan lingkungan keberlanjutan,” ujarnya.

Proyek Erasmus+ Enhance hadir ditengah-tengah urgensi tentang perlunya menjaga lingkungan keberlanjutan, sehingga mampu menjadi instrument nyata bagi Universitas Mataram untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi melalui pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan lokal, riset transdisipliner, jejaring internasional, serta aktif mendukung potensi daerah mewujudkan pembelajaran aktif konkret bergerak untuk masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....