Tingkatkan Daya Saing Global, SMKN 1 Lingsar Perkuat Bahasa dan Kelas Industri
- 03 Mar 2026 09:54 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lingsar menyiapkan strategi terstruktur untuk meningkatkan daya saing lulusan hingga level internasional. Sekolah vokasi ini menargetkan kompetensi siswa tidak hanya diakui secara lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar global. Penguatan keterampilan praktik dan kemampuan bahasa menjadi prioritas utama.
Sejak awal kepemimpinannya, Kepala SMKN 1 Lingsar Ahmad Sabli, S.Pd., melakukan pemetaan ulang potensi dan kebutuhan sekolah. Ia menilai lulusan SMK harus memiliki kompetensi plus agar tidak tertinggal dalam kompetisi kerja. Konsep tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan praktik industri.
Ia menjelaskan bahwa pembelajaran praktik akan diperbanyak agar siswa terbiasa dengan situasi kerja nyata. Kerja sama dengan industri strategis juga terus diperluas. Model kelas industri diarahkan menjadi jembatan antara sekolah dan dunia usaha.
“Kita ingin siswa tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi benar-benar siap kerja. Kompetensinya harus memiliki nilai plus,” ujarnya, Selasa 3 Maret 2026.
Selain penguatan teknis, sekolah memfokuskan diri pada penguasaan bahasa asing. Bahasa Inggris menjadi prioritas utama, disusul rencana pengembangan bahasa Jepang dan Mandarin. Strategi ini disesuaikan dengan kebutuhan industri global.
“Bahasa itu kunci daya saing. Minimal bahasa Inggris kita kuatkan, dan target berikutnya Jepang serta Mandarin,” jelas Ahmad Sabli.
Penguatan bahasa dilakukan melalui pembelajaran reguler dan kegiatan ekstrakurikuler. Sekolah tengah menyiapkan sumber daya manusia serta perencanaan kurikulum agar implementasi berjalan optimal pada tahun ajaran baru. Persiapan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi internal.
Ia menilai kemampuan komunikasi internasional menjadi pembeda lulusan vokasi di era saat ini. Tanpa bahasa, keterampilan teknis sulit berkembang di pasar global. Karena itu, integrasi skill dan language competency menjadi fokus kebijakan.
Kolaborasi dengan industri juga diarahkan untuk membuka peluang sertifikasi kompetensi. Dengan sertifikasi tersebut, lulusan memiliki pengakuan formal atas keahliannya. Langkah ini sekaligus meningkatkan kepercayaan dunia kerja.
Ahmad Sabli menekankan bahwa seluruh program dirancang realistis dan terukur. Ia menghindari target muluk-muluk tanpa perencanaan matang. Fokus utama tetap pada kualitas proses belajar.
“Kita tidak ingin sekadar wacana. Semua dipersiapkan agar benar-benar bisa dijalankan efektif,” tegasnya.
Sekolah juga memanfaatkan momentum akhir tahun ajaran untuk konsolidasi internal. Perencanaan strategis jangka menengah disusun bersama seluruh stakeholder. Komunikasi intensif dilakukan untuk memastikan setiap program terintegrasi.
Dengan strategi tersebut, Kepala SMKN 1 Lingsar optimis sekolahnya mampu melahirkan lulusan berdaya saing tinggi. Kombinasi kompetensi teknis, bahasa asing, dan karakter profesional diharapkan menjadi identitas baru sekolah vokasi ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....