UIN Mataram Benchmarking ke UIN Walisongo Demi Akreditasi ACQUIN

  • 26 Jul 2026 14:18 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram terus memperkuat langkah menuju kampus bereputasi global. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mempelajari standar dan mekanisme Akreditasi Internasional ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute) melalui kegiatan benchmarking di UIN Walisongo Semarang.

Benchmarking tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., yang menugaskan Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Mataram, Prof. Dr. H. Abdul Qudus, untuk mendalami proses penyusunan dokumen, implementasi sistem penjaminan mutu, hingga pelaksanaan asesmen lapangan oleh asesor internasional ACQUIN.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, mengatakan internasionalisasi merupakan salah satu prioritas pengembangan kampus. Menurutnya, pengakuan internasional tidak hanya ditentukan oleh luasnya kerja sama luar negeri, tetapi juga kualitas tata kelola akademik dan sistem penjaminan mutu.

"Kami ingin membangun budaya mutu yang bertaraf internasional. Karena itu, belajar langsung dari perguruan tinggi yang sedang menjalani asesmen ACQUIN merupakan langkah strategis untuk memperkaya pengalaman sekaligus mempersiapkan UIN Mataram menuju pengakuan global," jelasnya, jUmat 17 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, tim UIN Mataram memperoleh gambaran menyeluruh mengenai standar asesmen internasional yang diterapkan ACQUIN. Setiap klaster program studi menjalani asesmen selama dua hari dengan jadwal yang mengikuti waktu Eropa.

Proses evaluasi melibatkan 13 asesor internasional dari berbagai negara sesuai bidang keahlian masing-masing. Sebagian asesor hadir langsung di kampus, sementara lainnya mengikuti asesmen secara daring dari Jerman.

Rektor menilai pengalaman tersebut menjadi referensi penting dalam menyiapkan seluruh perangkat akademik dan tata kelola kampus agar memenuhi standar internasional.

Ia menegaskan budaya mutu harus menjadi bagian dari seluruh aktivitas akademik sehingga UIN Mataram mampu meningkatkan daya saing di tingkat global.

Sementara itu, Sekretaris LPM UIN Mataram, Prof. Dr. H. Abdul Qudus, mengatakan akreditasi internasional tidak hanya berfokus pada kelengkapan dokumen, tetapi juga implementasi sistem penjaminan mutu dalam seluruh aspek penyelenggaraan perguruan tinggi.

"Akreditasi internasional bukan sekadar mempersiapkan borang atau dokumen. Yang paling menentukan adalah bagaimana sistem penjaminan mutu benar-benar hidup dalam setiap proses akademik, tata kelola organisasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pelayanan kepada mahasiswa," katanya.

Menurutnya, asesor ACQUIN melakukan penilaian secara komprehensif melalui wawancara dengan pimpinan universitas, biro administrasi, fakultas, program studi, dosen, mahasiswa, alumni, hingga tenaga kependidikan.

Selain itu, tim UIN Mataram juga mempelajari penyusunan Self Assessment Report (SAR), pengelolaan dokumen digital, optimalisasi website sebagai media penyedia data dan informasi, serta strategi membangun sinergi antarfakultas dan unit kerja dalam menghadapi asesmen internasional.

Melalui benchmarking tersebut, UIN Mataram berharap dapat memperkuat kesiapan institusi dalam menghadapi proses akreditasi internasional sekaligus mewujudkan transformasi sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....