Sekretaris Ditjen Pendis Dorong UIN Mataram Bentuk Pusat Riset STEM Terintegrasi

  • 28 Feb 2026 20:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – UIN Mataram menggelar Focus Group Discussion (FGD) pembentukan STEM Education Research Center. Forum ini dipimpin Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, mulai dari wakil rektor, kepala biro, dekan dan direktur, ketua lembaga, hingga pimpinan unit kerja serta kepala laboratorium di lingkungan kampus.

Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Dr. H. Arskal Salim, GP, M.Ag, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, menyampaikan pentingnya penguatan pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics) dalam merespons tantangan global, revolusi industri, dan transformasi digital. Menurutnya, perguruan tinggi keagamaan memiliki posisi strategis untuk mengintegrasikan sains modern dengan nilai-nilai keislaman yang berorientasi pada etika, kemanusiaan, dan keberlanjutan.

“Perguruan tinggi keagamaan memiliki keunggulan moral dan spiritual yang dapat menjadi fondasi pengembangan STEM yang beretika. Integrasi ini akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan kesadaran keagamaan yang kuat,” jelasnya, Kamis 26 Februari 2026

Rektor UIN Mataram dalam arahannya menyampaikan bahwa pembentukan STEM Education Research Center merupakan langkah percepatan untuk memperkuat posisi kampus sebagai perguruan tinggi Islam yang progresif dan berdaya saing. Pusat riset ini dirancang menjadi ruang kolaborasi lintas disiplin yang mengintegrasikan pengembangan riset, pembaruan kurikulum, inovasi pembelajaran, serta pengabdian kepada masyarakat dalam satu ekosistem akademik yang berkelanjutan.

Secara konseptual, pusat riset tersebut akan mendorong lahirnya model pembelajaran berbasis pemecahan masalah, peningkatan publikasi ilmiah bereputasi, serta penguatan kemitraan dengan industri dan lembaga riset. Selain itu, program pelatihan bagi dosen, guru, dan mahasiswa juga disiapkan agar adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan kebutuhan abad ke-21.

Diskusi yang berlangsung dinamis turut menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mempercepat inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan publik sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.

Pembentukan STEM Education Research Center tidak hanya diarahkan pada penguatan sains dan teknologi, tetapi juga pada penanaman nilai etika, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial. Integrasi antara disiplin ilmu dan nilai-nilai keislaman diharapkan mampu melahirkan generasi intelektual yang berintegritas dan berkontribusi terhadap pembangunan peradaban berkelanjutan.

Melalui FGD ini, UIN Mataram mempertegas agenda transformasi akademik yang berorientasi masa depan, dengan memperkuat posisi kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berpijak pada nilai keislaman dan keindonesiaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....