Kepala SMPN 15 Mataram: Dukungan Orang Tua Penting Jaga Kualitas Belajar Siswa
- 25 Feb 2026 21:23 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Komitmen menjaga stabilitas pendidikan selama Ramadan ditegaskan oleh manajemen SMPN 15 Mataram. Sekolah tidak ingin bulan puasa menjadi alasan menurunnya kehadiran maupun capaian belajar siswa. Karena itu, sinergi lintas elemen ditekankan sejak awal.
Seluruh guru, wali kelas, hingga petugas piket diminta aktif memantau kehadiran. Koordinasi dilakukan agar tidak terjadi lonjakan izin tanpa alasan jelas.
Kepala SMPN 15 Mataram, Sri Wahyu Indriani menyebut dukungan orang tua sangat menentukan. Ia berharap tidak ada permisifitas berlebihan terhadap ketidakhadiran siswa selama Ramadan.
“Saya berharap orang tua meminimalisir izin yang tidak mendesak. Kita sekolah lima hari, jadi kehadiran sangat penting,” katanya, Rabu 25 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan berlapis, termasuk melalui guru BK dan wali kelas. Sistem ini bertujuan menjaga konsistensi kehadiran sekaligus kesehatan siswa.
Sekolah juga mengantisipasi faktor fisik dengan mendorong siswa membawa bekal dari rumah. Khusus siswa non-Muslim, makanan dikonsumsi di ruang yang telah ditentukan.
“Anak-anak membawa makanan dengan tertib dan tidak meninggalkan sampah. Semua dikontrol oleh guru agama masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, jam pulang yang kini pukul 14.00 membuat aspek kesehatan perlu perhatian khusus. Karena itu, sekolah mengatur agar siswa tetap terhidrasi dan tidak kelelahan.
Di sisi akademik, guru diminta menyesuaikan strategi mengajar. Durasi 30 menit per jam pelajaran menuntut perencanaan yang lebih efektif dan selektif.
“Guru harus menyesuaikan dengan waktu yang ada. Yang jelas, anak-anak jangan sampai merasa terbebani,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa esensi pembelajaran bukan pada kuantitas materi, melainkan pada kedalaman dan makna. Prinsip pembelajaran yang sadar dan menggembirakan tetap menjadi acuan.
Kolaborasi internal dan eksternal dinilai sebagai fondasi utama. Tanpa dukungan seluruh pihak, penyesuaian sistem tidak akan berjalan optimal.
Dengan langkah tersebut, SMPN 15 Mataram optimistis atmosfer belajar tetap kondusif sepanjang Ramadan. Sekolah menargetkan keseimbangan antara capaian akademik dan penguatan karakter dapat berjalan beriringan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....