Kolaborasi Industri Perkuat Kompetensi Guru SMK
- 09 Feb 2026 09:02 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Penguatan kompetensi guru berbasis praktik industri menjadi fokus utama program yang dipusatkan di SMKN 4 Mataram. Pendekatan ini dinilai strategis dalam menyelaraskan pembelajaran vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Waka Humas SMKN 4 Mataram, Agus Faerussandi, menjelaskan bahwa peserta berasal dari berbagai provinsi dengan latar belakang kompetensi perhotelan dan Usaha Layanan Wisata. Ia menilai pembaruan wawasan industri merupakan kebutuhan mendesak dalam pendidikan vokasi.
“Guru harus memahami standar industri terbaru agar materi yang diajarkan benar-benar relevan,” jelasnya, Senin 9 Februari 2026.
Agus menyebut peserta ditempatkan di sejumlah hotel dan biro perjalanan wisata mitra sekolah. Setiap peserta mendapatkan pendampingan langsung dari praktisi industri sesuai bidang keahlian.
Menurutnya, keterlibatan langsung dalam operasional menjadi nilai utama program tersebut. Peserta tidak hanya melakukan observasi, tetapi ikut menjalankan tugas sesuai standar profesional.
“Dengan terlibat langsung, mereka memahami ritme kerja, standar layanan, hingga manajemen operasional,” ujarnya.
Kepala Sekolah SMKN 4 Mataram, Iwan Supriady, juga menjelaskan bahwa sekolah berperan sebagai fasilitator utama dalam memastikan program berjalan terarah. Ia menegaskan sinergi antara sekolah dan industri menjadi kunci keberhasilan.
“Kami memastikan kolaborasi ini tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar memberi dampak peningkatan kompetensi,” jelasnya.
Iwan menilai penguatan link and match tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga guru sebagai penggerak utama pembelajaran. Tanpa peningkatan kompetensi guru, penyelarasan kurikulum akan sulit terwujud.
Ia menambahkan bahwa setiap peserta diwajibkan menyusun teaching project sebagai bentuk implementasi hasil magang. Proyek tersebut dirancang agar pengalaman industri dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
“Pengalaman di industri harus diterjemahkan menjadi inovasi pembelajaran yang konkret,” tuturnya.
Agus menyatakan sertifikasi industri yang diterima peserta menjadi pengakuan profesional atas kompetensi yang diperbarui. Sertifikat tersebut juga memperkuat kredibilitas guru di lingkungan kerja.
Ia menilai keberhasilan program ini menjadi contoh konkret bagaimana kemitraan pendidikan dan industri mampu meningkatkan mutu vokasi secara berkelanjutan.
“Kolaborasi yang konsisten akan memastikan lulusan SMK lebih siap menghadapi dunia kerja,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....