Sesditjen Pendis Dukung Pengembangan Akademik UIN Mataram

  • 06 Feb 2026 09:59 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dinilai memasuki fase strategis pengembangan kelembagaan dengan agenda pembukaan Fakultas Kedokteran. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Sesditjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag), Prof. Dr. M. Arskal Salim GP., M.Ag., menilai langkah tersebut sebagai bagian dari transformasi jangka panjang menuju kampus multidisipliner.

Menurut Sesditjen Pendis Kemenag tersebut, ekspansi ini bukan sekadar penambahan program studi baru, melainkan perluasan mandat akademik PTKIN di bidang kesehatan. Ia menekankan bahwa integrasi sains dan nilai keislaman menjadi arah kebijakan penguatan pendidikan tinggi Islam.

Ia juga menyampaikan bahwa rencana tersebut telah dibahas dalam forum rapat kerja pimpinan sebagai prioritas pengembangan. Dalam pandangannya, UIN Mataram memiliki fondasi akademik yang memadai untuk menopang ekspansi tersebut.

“Dengan pembukaan Fakultas Kedokteran baru ini, UIN Mataram dapat lebih berkontribusi lebih banyak untuk masyarakat. Proses izinnya saat ini sedang berjalan,” jelasnya, Kamis 5 Februari 2026.

Lebih lanjut, Prof Arskal menuturkan bahwa proses pengembangan tidak berhenti pada tahap perizinan. Ia menyebut kesiapan infrastruktur menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan program.

Menurutnya, gedung Fakultas Kedokteran telah diusulkan dan masuk dalam daftar prioritas pembangunan nasional. Ia memastikan bahwa pendekatan administratif dan fisik dilakukan secara simultan.

Ia menambahkan bahwa target realisasi definitif diproyeksikan pada 2027 dengan mempertimbangkan seluruh tahapan regulasi. Proyeksi tersebut dinilai realistis jika dukungan lintas sektor berjalan optimal.

“Begitu juga gedung Fakultasnya sedang diusulkan. Sudah masuk shortlist. Mudah-mudahan itu definitif di tahun 2027,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sesditjen Pendis menekankan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci utama pengembangan. Ia merujuk pada pertumbuhan signifikan jumlah guru besar dalam satu dekade terakhir sebagai indikator kapasitas akademik.

Ia mengungkapkan bahwa lonjakan dari empat menjadi 69 profesor menunjukkan percepatan produktivitas ilmiah yang konsisten. Capaian tersebut, menurutnya, menjadi modal struktural untuk membuka program studi strategis.

Ia berpandangan bahwa sinergi sivitas akademika harus terus diperkuat agar ekspansi berjalan berkelanjutan. Integrasi kompetensi dosen dan dukungan lingkungan kampus disebutnya sebagai prasyarat utama keberhasilan.

“Dengan segala sumber daya yang dimilikinya. Baik itu sumber daya manusia, para dosen, sivitas akademika, dan juga sumber daya alam Lombok ini. Itu kan semuanya menjadikan dukungan yang nanti akan membawa perubahan besar bagi UIN Mataram ke depannya,” paparnya.

Menurutnya, potensi sosial dan geografis Lombok juga menjadi faktor penunjang pengembangan institusi. Ia menilai kolaborasi riset kesehatan berbasis komunitas dapat menjadi kontribusi nyata kampus bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa ekspansi ini merupakan investasi jangka panjang pendidikan tinggi Islam di kawasan timur Indonesia. UIN Mataram diarahkan menjadi pusat keunggulan baru berbasis integrasi ilmu dan nilai.

“Yang pasti bahwa kita melihat kemajuan UIN Mataram ini luar biasa ya,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....