IAI Hamzanwadi Pancor Gelar Diskusi Antropologi Bersama Akademisi Jepang
- 03 Jul 2026 12:14 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan keilmuan melalui penyelenggaraan diskusi antropologi bertaraf internasional. Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan lantai tiga Rektorat IAI Hamzanwadi Pancor,menghadirkan peneliti antropologi asal Jepang, Saki Tanada, Ph.D., alumni Program Doktor Antropologi dari Kanazawa University.
Diskusi tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, M.MPd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Saki Tanada yang telah berbagi pengalaman akademik dan hasil penelitiannya kepada civitas akademika IAI Hamzanwadi Pancor.
"Saya selaku wakil rektor menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat datang kepada Ibu Saki Tanada, Ph.D., di IAIH Hamzanwadi Pancor yang telah memberikan waktu dan ilmunya," ujarnya, Jumat 3 Juli 2026.
Ia berharap kegiatan ilmiah yang menghadirkan akademisi d peneliti internasional dapat terus digalakkan guna memperkuat kolaborasi akademik serta meningkatkan produktivitas riset di lingkungan kampus. "Mudah-mudahan akan semakin banyak diskusi ilmiah di IAI Hamzanwadi Pancor dalam rangka kolaborasi dan produksi ilmu pengetahuan," tambahnya.
Dalam pemaparannya, Saki Tanada menjelaskan perjalanan akademiknya sekaligus hasil penelitian antropologi yang dilakukannya di Lombok, khususnya pada masyarakat Sasak. Menurutnya, banyak praktik budaya yang kerap dianggap biasa oleh masyarakat, namun memiliki makna mendalam ketika ditelaah melalui perspektif antropologi.
Salah satu kajian yang dipaparkannya adalah tradisi ngidam pada ibu hamil di kalangan masyarakat Sasak. Ia menjelaskan bahwa fenomena tersebut tidak sekadar dimaknai sebagai keinginan tertentu dari ibu hamil, melainkan sebagai bentuk pengakuan terhadap keberadaan bayi dalam kandungan sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, perhatian yang diberikan keluarga dan lingkungan sekitar kepada ibu hamil melalui tradisi tersebut merupakan bentuk perlindungan sosial yang lahir dari nilai budaya dan kepercayaan masyarakat. Selain itu, Saki Tanada juga mengulas tradisi ketemuk, yaitu bentuk interaksi simbolik antara orang yang masih hidup dengan mereka yang telah meninggal dunia.
Tradisi tersebut menjadi bagian dari penelitian etnografi yang dituangkannya dalam disertasi doktoral berjudul “The Mother-Child Bonding in Pregnancy, Childbirth, and Postnatal: An Ethnographic Study of Birthing among Sasak People in Lombok.” Ia menilai penelitian antropologi memiliki peran penting dalam memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada dunia internasional.
Melalui penelitian yang dipublikasikan secara ilmiah, berbagai praktik budaya yang selama ini kurang dikenal dapat dipahami secara lebih utuh dan memperoleh penghargaan dari masyarakat global. "Apa yang menjadi realitas kehidupan di tengah kita perlu diangkat secara ilmiah agar dunia lain tahu, sehingga mampu memberikan penghormatan terhadap orang lain," ungkapnya.
Saki Tanada juga menekankan pentingnya menghargai perbedaan budaya sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman dan penghormatan antarsesama manusia. Menurutnya, publikasi ilmiah dapat menjadi sarana untuk menghadirkan perspektif yang lebih positif terhadap keberagaman budaya di berbagai belahan dunia.
Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut mendapat antusiasme dari dosen dan mahasiswa yang hadir. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata IAI Hamzanwadi Pancor dalam memperluas wawasan akademik serta mendorong pengembangan kajian budaya dan antropologi di lingkungan perguruan tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....