Mahasiswa KKN Unram Kembangkan Olahan Umbi Marus

  • 02 Feb 2026 09:42 WIB
  •  Mataram

RRI.co.id , Mataram - Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram menghadirkan terobosan menarik dalam mendukung diversifikasi pangan berbasis potensi lokal di Desa Kelebuh, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis 22 Januari 2026.

Melalui kegiatan sosialisasi diversifikasi pangan lokal, mahasiswa KKN memperkenalkan pemanfaatan umbi garut yang oleh warga setempat dikenal sebagai umbi marus. Umbi tersebut diolah menjadi tepung dan dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, seperti brownies dan bubur umbi marus.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Kelebuh pukul 09.00 hingga 12.00 WITA itu dihadiri oleh Kepala Desa Kelebuh Nurahim, para kepala dusun, kelompok PKK, kader posyandu, serta warga sekitar.

Sosialisasi menghadirkan pemateri Ahli Gizi Puskesmas Batunyala, Dwi Nuryani, S.ST, serta mahasiswa KKN Desa Kelebuh dari Program Studi Teknik Pertanian, Rian, dan Chantika Nur Azizah dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan.

Selama ini, umbi marus di Desa Kelebuh hanya dikenal sebagai tanaman pendamping yang tumbuh di pinggir ladang dan belum dimanfaatkan secara optimal dari sisi ekonomi. Melihat potensi tersebut, Kelompok KKN Desa Kelebuh Tahun 2025–2026 berinisiatif mengembangkan inovasi olahan pangan berbahan dasar umbi marus yang ketersediaannya cukup melimpah.

Selain bernilai ekonomis, umbi garut juga memiliki beragam manfaat kesehatan. Umbi ini diketahui dapat membantu mencegah gangguan asam lambung serta menurunkan risiko diabetes.

“Umbi garut atau marus relatif lebih rendah karbohidrat dan kalori dibandingkan dengan beras. Dalam 100 gram beras terdapat sekitar 130 kalori, sedangkan umbi marus hanya mengandung sekitar 65 kalori dengan tingkat kolesterol nol,” ujar Dwi Nuryani.

Kegiatan ini diharapkan menjadi katalisator bagi masyarakat Desa Kelebuh untuk memanfaatkan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah, seperti tepung umbi garut serta olahan turunannya berupa brownies dan bubur.

Sosialisasi tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Kepala Dusun Esoh, Rudi, mengaku baru mengetahui potensi pengolahan umbi marus menjadi produk pangan modern. “Saya tahu mengenai umbi marus, tapi baru tahu ternyata umbi ini bisa diolah menjadi brownies dan juga bubur. Rasanya sangat mantap,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat semakin terdorong mengembangkan pangan lokal sebagai alternatif sumber pangan sehat sekaligus peluang usaha berbasis desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....