Program Pendampingan Belajar Dorong Prestasi Siswa Lebih Merata

  • 29 Jan 2026 12:35 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Upaya pemerataan prestasi akademik diperkuat melalui program pendampingan belajar di lingkungan sekolah. Pendekatan ini dijalankan agar tidak ada siswa yang tertinggal dalam proses pembelajaran. Strategi tersebut menjadi bagian dari peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.

Pendampingan diberikan kepada siswa yang membutuhkan penguatan materi pelajaran tertentu. Kegiatan dilaksanakan di luar jam belajar utama dengan bimbingan guru mata pelajaran. Pola ini dirancang agar siswa lebih leluasa memahami materi yang belum dikuasai.

Kepala SMAN 5 Mataram, Siti Nurhani, S.Pd., menjelaskan program ini bertujuan menciptakan kesempatan belajar yang adil bagi seluruh siswa. Menurutnya, kemampuan akademik siswa beragam sehingga perlu pendekatan berbeda. Ia menilai pendampingan menjadi solusi agar capaian belajar lebih merata.

“Setiap anak punya potensi dan hanya membutuhkan dukungan yang tepat agar bisa berkembang maksimal. Sekolah berkewajiban memastikan tidak ada siswa yang merasa tertinggal dalam proses belajar,” ungkapnya, Kamis 29 Januari 2026.

Selain kelas pendampingan, sekolah juga menyediakan program pengayaan bagi siswa berprestasi. Program ini memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan lebih jauh. Pendekatan tersebut menjaga semangat belajar tetap tinggi di berbagai tingkatan kemampuan.

Siti Nurhani menyebut guru berperan penting dalam memetakan kebutuhan belajar siswa. Evaluasi hasil belajar dilakukan secara berkala untuk menentukan bentuk pendampingan yang tepat. Dengan cara ini, pembinaan akademik menjadi lebih terarah.

“Guru tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga memantau perkembangan setiap anak secara menyeluruh. Dari situ sekolah bisa menentukan langkah pendampingan yang paling sesuai,” ujar Siti Nurhani.

Pendampingan belajar juga melibatkan komunikasi dengan orang tua. Informasi perkembangan akademik siswa disampaikan agar dukungan belajar dapat berlanjut di rumah. Sinergi ini membantu mempercepat peningkatan pemahaman siswa.

Menurut Siti Nurhani, suasana belajar yang suportif menjadi faktor penting keberhasilan program. Siswa didorong tidak malu mengikuti kelas tambahan karena tujuannya adalah perbaikan bersama. Sekolah menanamkan pemahaman bahwa belajar adalah proses berkelanjutan.

“Tidak ada istilah siswa pintar atau tidak pintar di sekolah. Yang ada adalah siswa yang terus berusaha dan mendapat bimbingan yang sesuai kebutuhannya,” kata Siti Nurhani.

Program ini juga berdampak pada peningkatan kedisiplinan akademik siswa. Mereka menjadi lebih terbiasa mengatur waktu belajar di luar jam pelajaran utama. Kebiasaan tersebut diharapkan terbawa hingga jenjang pendidikan berikutnya.

Dengan pendampingan terstruktur, kesenjangan capaian belajar dapat ditekan secara bertahap. Siswa yang sebelumnya kesulitan mulai menunjukkan perkembangan positif. Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen peningkatan kualitas lulusan.

Siti Nurhani menegaskan pemerataan prestasi bukan sekadar target angka. Keberhasilan terlihat saat setiap siswa merasa mampu berkembang sesuai potensinya. Sekolah hadir untuk memastikan proses itu berjalan konsisten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....