Ekosistem Pendidikan Tentukan Kualitas Belajar Peserta Didik

  • 28 Jan 2026 21:12 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Upaya meningkatkan mutu pendidikan di daerah tidak bisa hanya mengandalkan perbaikan di ruang kelas. Lingkungan tempat anak tumbuh dan berinteraksi memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan belajar.

Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTB, Katman, S.Pd., M.A., menilai pendidikan harus dilihat sebagai satu kesatuan ekosistem. Sekolah, keluarga, dan masyarakat menurutnya memegang peran yang saling menguatkan.

Ia menjelaskan bahwa banyak kebijakan pendidikan masih terfokus pada proses pembelajaran formal. Padahal waktu siswa di luar sekolah jauh lebih panjang dibanding saat mereka berada di kelas.

Kondisi tersebut membuat dukungan lingkungan menjadi sangat penting. Tanpa suasana yang mendorong anak untuk belajar, upaya sekolah sering tidak berlanjut secara konsisten.

“Ketika anak pulang ke rumah lalu tidak ada suasana belajar, maka kebiasaan yang dibangun di sekolah perlahan bisa memudar,” ujar Katman, Rabu 28 Januari 2026.

Ia menilai pembiasaan membaca, berdiskusi, dan rasa ingin tahu harus tumbuh di rumah. Peran orang tua disebut sebagai fondasi awal pembentukan karakter belajar.

Sekolah tetap menjadi pusat pembelajaran terstruktur yang tidak tergantikan. Namun hasilnya akan lebih optimal bila diperkuat dukungan sosial dari lingkungan sekitar.

Katman melihat masyarakat dapat mengambil peran melalui kegiatan literasi berbasis komunitas. Ruang baca dan aktivitas belajar bersama menjadi contoh konkret dukungan sosial.

“Anak akan lebih termotivasi kalau melihat belajar sebagai aktivitas yang juga dilakukan orang-orang di sekitarnya,” katanya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem pendidikan. Pemerintah daerah dinilai dapat menjembatani peran sekolah dan masyarakat.

Program peningkatan mutu, lanjutnya, akan lebih efektif bila dirancang terintegrasi. Pendekatan terpisah justru membuat dampak sulit dirasakan secara luas.

Katman juga menyebut tokoh masyarakat dapat menjadi teladan dalam membangun budaya belajar. Keteladanan sosial sering kali lebih membekas dibanding sekadar imbauan.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama, sehingga semua pihak perlu merasa memiliki peran di dalamnya,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....