Pembelajaran Digital Jadi Fokus Utama SMAN 3 Mataram
- 27 Jan 2026 18:05 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Transformasi pembelajaran berbasis digital menjadi salah satu fokus utama Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Mataram di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Yuspita Martiningrum, S.Pd. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendorong kualitas proses belajar mengajar agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan efektivitas pembelajaran di kelas.
Yuspita menjelaskan, sekolah tidak ingin berbagai bantuan perangkat teknologi yang telah diterima hanya menjadi pelengkap fasilitas tanpa pemanfaatan maksimal dalam kegiatan belajar siswa. Karena itu, pihaknya langsung menyusun strategi terukur agar perangkat benar-benar digunakan secara rutin dan terintegrasi dalam pembelajaran.
Ia menegaskan, optimalisasi perangkat digital dimulai dari penjadwalan penggunaan sarana pembelajaran seperti televisi interaktif di setiap kelas. Menurutnya, sistem ini membuat guru tidak memiliki celah untuk mengabaikan pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar.
“Saya tidak ingin bantuan itu hanya dipasang lalu dibiarkan begitu saja, tetapi harus benar-benar dipakai dalam pembelajaran, sehingga anak-anak merasakan manfaat langsung dari fasilitas yang sudah diberikan,” ujar Yuspita menegaskan komitmennya terhadap pemanfaatan sarana digital di sekolah, Selasa 27 Januari 2026.
Selain penjadwalan penggunaan perangkat, sekolah juga melakukan pengimbasan digitalisasi kepada seluruh guru sejak awal tahun pelajaran. Program ini bertujuan agar para pendidik memiliki pemahaman yang sama dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi secara kreatif dan efektif.
Yuspita menyebut, SMAN 3 Mataram bergerak cepat dengan melibatkan guru yang telah mengikuti pelatihan tingkat nasional untuk menularkan ilmunya kepada rekan sejawat. Bahkan, sekolah turut mengundang guru dari sekolah lain untuk berbagi praktik baik dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran.
“Begitu ada guru yang mendapatkan pelatihan di luar daerah, kami minta segera mengimbaskan ilmunya, bukan hanya untuk internal sekolah, tetapi juga berbagi dengan guru dari sekolah lain agar dampaknya lebih luas,” katanya.
Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar penggunaan alat, melainkan perubahan cara mengajar agar lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakter generasi saat ini. Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan lebih aktif terlibat dalam proses belajar dan tidak hanya menjadi pendengar pasif di kelas.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi tetap berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi dasar guru. Sekolah memastikan setiap pendidik mampu menyesuaikan metode mengajar dengan dukungan media digital tanpa meninggalkan substansi materi pelajaran.
“Teknologi itu alat bantu, bukan tujuan akhir, jadi yang utama tetap kualitas pembelajaran dan bagaimana anak-anak benar-benar paham materi, sementara media digital membantu membuat prosesnya lebih hidup dan mudah dipahami,” jelasnya.
Di sisi lain, sekolah juga menekankan bahwa modernisasi pembelajaran harus diimbangi dengan penguatan karakter siswa. Yuspita menilai, kemajuan teknologi tidak boleh menggeser nilai etika, disiplin, dan tanggung jawab yang tetap menjadi fondasi utama pendidikan di sekolah.
Karena itu, pengawasan penggunaan perangkat digital di lingkungan sekolah tetap dilakukan secara terarah, agar teknologi benar-benar mendukung proses belajar dan tidak disalahgunakan. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah menjaga keseimbangan antara inovasi dan pembinaan karakter.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....