Tanam Cabai di Sekolah Jadi Upaya Lombok Tengah Kendalikan Inflasi
- 05 Agt 2026 20:07 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menggandeng ribuan siswa untuk menanam cabai sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga pangan. Langkah itu diwujudkan melalui Program Bersama Siswa Tanam Cabai Atasi Inflasi (BESTI) yang mulai diterapkan di sekolah-sekolah sebagai bagian dari Gerakan Menanam Cabai.
Program tersebut diluncurkan di SMP Negeri 1 Praya Tengah dan diikuti secara daring oleh sekolah-sekolah lain di Lombok Tengah. Pada tahap awal, program menyasar 86 sekolah menengah pertama (SMP) di 12 kecamatan dan 165 sekolah dasar (SD) di Kecamatan Praya, Praya Tengah, dan Jonggat.
Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah mengatakan, cabai merupakan salah satu komoditas yang paling sering memicu inflasi akibat fluktuasi harga. Karena itu, menjaga ketersediaan pasokan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, termasuk kalangan pelajar.
Menurut Nursiah, sekolah menjadi tempat yang tepat untuk membangun kebiasaan menanam sekaligus menanamkan kesadaran tentang ketahanan pangan sejak usia dini. Selain belajar di ruang kelas, siswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung membudidayakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi.
"Program ini harus direncanakan dengan baik, dilaksanakan secara sungguh-sungguh, serta dijaga keberlanjutannya agar mampu memberikan hasil yang nyata. Saya berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya di lingkungan sekolah," katanya Senin 3 Agustus 2026.
Ia menilai keberhasilan program bergantung pada sinergi berbagai pihak, mulai dari sekolah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani hingga organisasi perangkat daerah. Pendampingan sejak penanaman hingga panen dinilai penting agar tanaman dapat tumbuh optimal dan memberikan hasil.
Nursiah juga mendorong agar kegiatan menanam cabai menjadi bagian dari proses pembelajaran. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan bercocok tanam serta kepedulian terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, Lalu Idham Halid, mengatakan Program BESTI merupakan kontribusi sektor pendidikan dalam mendukung gerakan nasional pengendalian inflasi melalui peningkatan produksi komoditas cabai.
Pada tahap awal, setiap SMP menerima 125 bibit cabai, sedangkan setiap SD memperoleh 50 bibit. Sekolah bertugas menyiapkan lahan, menanam, dan merawat tanaman agar dapat berproduksi secara berkelanjutan.
Untuk mendukung pelaksanaannya, Dinas Pendidikan menggandeng penyuluh pertanian lapangan dan kelompok tani guna memberikan pendampingan teknis kepada sekolah, mulai dari teknik budidaya hingga perawatan tanaman.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berharap gerakan tersebut tidak hanya membantu menjaga stabilitas harga cabai, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah serta menumbuhkan budaya produktif di lingkungan sekolah melalui keterlibatan aktif para siswa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....