BPBD Lombok Tengah Ingatkan Warga Waspadai Kebakaran Saat Musim Kemarau

  • 23 Jul 2026 17:13 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Fenomena El Nino yang diperkirakan memicu kemarau lebih panjang dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Lombok Tengah, Ridwan Makruf, mengatakan perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi pertanda musim kemarau mulai berlangsung. Berdasarkan informasi BMKG, kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama sehingga masyarakat perlu lebih waspada terhadap berbagai potensi bencana yang menyertainya.

Menurut Ridwan, kawasan selatan Lombok Tengah menjadi daerah yang paling rawan terjadi kebakaran lahan. Wilayah tersebut masih didominasi lahan kering dan semak belukar yang mudah terbakar saat cuaca panas berkepanjangan.

"Wilayah selatan, khususnya di sekitar kawasan KEK Mandalika, masih menjadi daerah yang paling rentan. Banyak lahan kosong yang mengering sehingga api sangat mudah menyebar, apalagi jika dipicu puntung rokok atau aktivitas masyarakat yang kurang berhati-hati," katanya belum lama ini.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD telah menyiapkan berbagai perlengkapan penanganan kebakaran, termasuk selang pemadam dengan jangkauan ratusan meter yang dapat digunakan di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Ridwan menjelaskan, kejadian kebakaran lahan di kawasan selatan hampir selalu berulang setiap musim kemarau. Meski penyebabnya masih terus didalami, sebagian besar kebakaran diduga dipicu kelalaian manusia. Karena itu, masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah, maupun melakukan aktivitas lain yang dapat memicu munculnya api di lahan kering.

Ia menambahkan, pembakaran lahan tidak hanya berisiko menimbulkan kebakaran, tetapi juga merusak tutupan vegetasi. Akibatnya, saat musim hujan tiba, tanah lebih mudah terbawa aliran air hingga menimbulkan sedimentasi di saluran drainase dan meningkatkan potensi banjir.

"Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Pencegahan jauh lebih penting agar kebakaran tidak terjadi dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar," tutup Ridwan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....