HUT Kabupaten Lombok Utara ke-18 Diawali Festival Sate Tanjung
- 07 Jul 2026 15:22 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) resmi memulai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 daerah tersebut dengan menggelar Festival Sate Tanjung di Alun-alun Tanjung, Rabu 2 Juli 2026. Festival yang mengusung tema "Setusuk Sate, Sejuta Rasa" itu sekaligus menandai dimulainya Bulan Kebudayaan Daerah 2026 sebagai agenda pelestarian budaya yang berlangsung selama satu bulan penuh.
Pembukaan festival dilakukan langsung oleh Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., disaksikan jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, tokoh masyarakat, budayawan, pelaku UMKM, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Bupati Najmul menegaskan bahwa Festival Sate Tanjung tidak sekadar menjadi ajang promosi kuliner khas daerah, tetapi merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjaga identitas budaya masyarakat Lombok Utara.
Menurutnya, Sate Tanjung telah memperoleh perlindungan melalui Hak Kekayaan Intelektual (HKI), sehingga keberadaannya sebagai warisan budaya masyarakat Lombok Utara memiliki kekuatan hukum dan tidak dapat diklaim oleh daerah lain.
"Sate Tanjung adalah identitas masyarakat Lombok Utara yang telah memiliki perlindungan hukum. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga, melestarikan, dan terus memperkenalkannya kepada masyarakat luas," ujar Najmul.
Ia berharap pengakuan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan rasa bangga masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus memperluas promosi kuliner khas daerah hingga tingkat nasional.
Najmul juga mengajak masyarakat ikut berpartisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan HUT KLU ke-18 yang tahun ini dirancang lebih merata di lima kecamatan, yakni Tanjung, Gangga, Pemenang, Bayan, dan Kayangan.
Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya yang terpusat, penyelenggaraan kali ini diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Utara.
"Kami ingin seluruh masyarakat ikut merasakan kemeriahan hari jadi daerah. Perayaan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat Lombok Utara," katanya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, seniman, budayawan, Taruna Dadara, pelaku UMKM, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan festival.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Lombok Utara, M. Najib, menjelaskan bahwa Bulan Kebudayaan Daerah merupakan pengembangan dari Pekan Kebudayaan Daerah yang sebelumnya hanya berlangsung beberapa hari.
Melalui agenda selama satu bulan penuh, pemerintah ingin memperkuat implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dengan menempatkan pengetahuan tradisional sebagai fokus utama, khususnya Sate Tanjung yang telah memperoleh pengakuan HKI.
Selain Festival Sate Tanjung, masyarakat juga akan disuguhkan berbagai agenda budaya lainnya, seperti Open Tournament Gasing di Kecamatan Gangga, Lomba Karaoke Lagu Sasak Dayan Gunung di Kecamatan Pemenang, Perang Bintang Peresean di Kecamatan Bayan, hingga pentas seni di Kecamatan Kayangan dan Tanjung.
Menurut Najib, seluruh rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga warisan budaya daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....