KLU Genjot LTT MT2 2026, Petani Mulai Beralih dari Palawija ke Padi

  • 31 Mar 2026 07:51 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mempercepat perluasan areal tanam padi pada Musim Tanam Kedua (MT2) tahun 2026 sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada nasional. Upaya ini ditandai dengan peralihan sejumlah lahan palawija menjadi sawah produktif di beberapa wilayah, terutama di Kecamatan Gangga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Lombok Utara, Tresnahadi, mengatakan perubahan pola tanam tersebut merupakan hasil kesepakatan petani setelah mempertimbangkan tingginya biaya produksi komoditas palawija, khususnya kacang tanah.

Menurutnya, lonjakan harga bibit menjadi salah satu faktor utama yang membebani petani. Dalam kondisi saat ini, harga bibit kacang tanah mencapai Rp50 ribu per kilogram. Untuk satu hektare lahan, petani harus menyiapkan anggaran sekitar Rp10 juta hanya untuk bibit, belum termasuk pupuk dan biaya tenaga kerja.

“Dengan kondisi itu, petani menilai risiko usaha palawija lebih tinggi. Sementara padi dinilai lebih stabil dan menjanjikan dari sisi hasil maupun pemasaran,” ujar Tresnahadi, Jumat 27 Maret 2026.

Ia menjelaskan, peralihan tersebut juga didukung kesiapan infrastruktur irigasi. Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR untuk memastikan ketersediaan air selama MT2, meskipun biasanya musim ini memiliki tantangan tersendiri.

“Debit air sudah kami petakan dan dipastikan mencukupi untuk kebutuhan sawah. Ini penting karena kita juga sedang mendorong percepatan Indeks Pertanaman,” jelasnya.

Selain faktor air, ketersediaan pupuk juga menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah melakukan penyesuaian distribusi dengan menggeser sebagian alokasi pupuk dari musim tanam berikutnya ke MT2 guna menjawab kebutuhan mendesak petani.

“Kami lakukan relokasi dari MT3 ke MT2. Di sisi lain, pemerintah pusat juga memberikan jaminan tambahan alokasi pupuk sepanjang lahan tersebut benar-benar ditanami padi,” katanya.

Tresnahadi menambahkan, optimalisasi MT2 ini diharapkan mampu meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) secara signifikan, yang pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan produksi beras di Lombok Utara.

Untuk memastikan keberhasilan program, petugas penyuluh lapangan dikerahkan secara intensif mendampingi petani, mulai dari tahap pengolahan lahan, penanaman, hingga masa panen.

“Pendampingan teknis terus kami lakukan agar produktivitas bisa maksimal. Dengan dukungan air yang cukup, pupuk yang tersedia, serta komitmen petani, kami optimistis MT2 tahun ini akan memberikan kontribusi besar terhadap lumbung pangan daerah,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....