KLU Perketat Kewaspadaan Hantavirus, Seluruh Fasyankes Diminta Siaga

  • 01 Jun 2026 06:24 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara- Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Utara (KLU) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus menyusul munculnya kasus penyakit tersebut di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di daerah itu diminta memperkuat deteksi dini dan pemantauan kasus untuk mencegah masuknya virus ke wilayah KLU.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dikes KLU, Sudiarta, mengatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di Kabupaten Lombok Utara. Meski demikian, pihaknya menilai langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini mengingat kasus tersebut telah muncul di sejumlah daerah di Indonesia.

“Sampai detik ini belum ada temuan kasus Hantavirus di KLU. Namun, kita tidak boleh lengah karena secara nasional tren kasus ini sudah muncul sejak 2024,” ujarnya, Jumat 29 Mei 2026.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Dikes KLU telah menerbitkan surat kewaspadaan dini kepada seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit. Surat tersebut berisi instruksi untuk meningkatkan pengawasan terhadap pasien yang menunjukkan gejala yang mengarah pada infeksi Hantavirus.

Berdasarkan data nasional, tercatat sedikitnya 23 kasus Hantavirus dengan tiga kasus kematian. Kondisi itu menjadi perhatian pemerintah daerah karena penyakit tersebut dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem pernapasan maupun organ vital lainnya.

Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Penularan umumnya terjadi ketika seseorang menghirup partikel yang terkontaminasi atau melakukan kontak langsung dengan lingkungan yang menjadi habitat tikus.

Menurut Sudiarta, petugas surveilans di seluruh puskesmas telah diminta meningkatkan pemantauan laporan kesehatan masyarakat. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat guna memastikan respons cepat apabila ditemukan kasus yang mengarah pada Hantavirus.

“Kami meminta seluruh petugas kesehatan lebih peka terhadap gejala yang muncul sehingga apabila ada dugaan kasus dapat segera dilakukan penanganan dan pelaporan sesuai prosedur,” katanya.

Dikes KLU juga mulai menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat melalui puskesmas dan kader kesehatan desa. Edukasi tersebut difokuskan pada pengenalan gejala, cara penularan, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan rumah tangga.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot hebat, hingga gangguan pernapasan akut, terutama bagi warga yang memiliki riwayat aktivitas di lokasi yang banyak terdapat tikus.

“Jika ada warga yang mengalami gejala tersebut, terutama setelah kontak dengan area yang banyak tikusnya, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah risiko yang lebih berat,” pungkasnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....