Cegah Perundungan, Dikbud KLU Dorong Sekolah Pasang CCTV

  • 30 Mar 2026 16:30 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Sejumlah sekolah di Kabupaten Lombok Utara mulai memperkuat sistem pengawasan internal sebagai upaya mencegah perundungan dan menciptakan lingkungan belajar yang aman. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat mendorong pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik strategis sekolah yang selama ini luput dari pengawasan langsung guru.

Kepala Dikbud KLU, M. Najib, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk menekan potensi tindakan negatif di lingkungan sekolah. Menurutnya, pengawasan berbasis teknologi dapat membantu meminimalkan ruang terjadinya intimidasi antar-siswa hingga pelecehan.

“Walaupun kasus di Lombok Utara tidak tergolong tinggi, potensi itu tetap ada. Kami tidak ingin menunggu kejadian baru bertindak. Pencegahan harus dilakukan sejak dini,” ujarnya, Senin 30 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pemasangan CCTV tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantau, tetapi juga memiliki efek psikologis bagi siswa. Dengan adanya kamera pengawas, siswa diharapkan lebih sadar untuk menjaga perilaku karena merasa setiap aktivitasnya terekam.

Selain itu, rekaman CCTV dinilai penting sebagai bukti digital apabila terjadi insiden yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Hal ini juga dinilai dapat membantu pihak sekolah dalam mengambil keputusan secara objektif.

“CCTV bisa menjadi alat bantu untuk menelusuri kejadian secara utuh. Namun, kami tegaskan bahwa ini bukan solusi utama. Peran guru tetap menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” katanya.

Dikbud KLU juga mengingatkan agar pengawasan tidak hanya mengandalkan teknologi. Guru dan kepala sekolah diminta meningkatkan kontrol langsung, terutama pada waktu-waktu rawan seperti jam istirahat, sebelum pelajaran dimulai, dan saat pergantian jam.

Najib menambahkan, pendekatan humanis tetap harus menjadi prioritas dalam mencegah perundungan. Pendidikan karakter, penguatan nilai empati, serta komunikasi terbuka antara siswa dan guru dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun sekolah ramah anak.

“Kami juga mendorong sekolah untuk aktif memberikan edukasi kepada siswa tentang dampak bullying, baik secara psikologis maupun sosial. Pencegahan terbaik adalah membangun kesadaran bersama,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....