Kejar Ketertinggalan Infrastruktur, Pemkab KLU Targetkan 7.000 Lampu Jalan Baru
- 30 Mar 2026 11:56 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mempercepat pembangunan infrastruktur penerangan jalan dengan menargetkan pemasangan 7.000 titik lampu baru melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Program bertajuk KLU Terang ini diharapkan menjadi solusi atas lambatnya pembangunan penerangan jalan yang selama ini bergantung pada keterbatasan anggaran daerah.
Plt. Kepala Dinas Perhubungan Lombok Utara, M. Iwan Maret menjelaskan bahwa skema KPBU dipilih karena memberikan fleksibilitas pembiayaan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara langsung di awal proyek.
“Dengan KPBU, pihak ketiga akan membangun lebih dulu seluruh infrastruktur. Pemerintah daerah kemudian melakukan pembayaran secara bertahap sesuai kemampuan fiskal, bisa bulanan atau per triwulan,” ujarnya, Jumat 27 Maret 2026.
Ia mengibaratkan skema tersebut seperti sistem kredit, di mana pembangunan tidak harus menunggu ketersediaan anggaran penuh. Menurutnya, pendekatan ini menjadi langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan pembangunan penerangan jalan di daerah.
Untuk tahap awal, nilai proyek diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar dengan target pemasangan 7.000 titik lampu. Jumlah ini jauh melampaui capaian pembangunan selama ini yang dinilai masih sangat terbatas.
“Selama 17 tahun terakhir, kita baru mampu membangun sekitar 4.000 titik lampu. Padahal kebutuhan riil kita berkisar antara 11.000 hingga 15.000 titik,” ungkap Iwan.
Program KLU Terang tidak hanya menyasar jalan kabupaten, tetapi juga akan menjangkau jalur strategis provinsi hingga nasional. Prioritas pemasangan akan difokuskan pada kawasan dengan mobilitas tinggi seperti pusat ekonomi, jalur wisata, serta titik-titik rawan kecelakaan dan kriminalitas.
Iwan menambahkan, lampu jalan yang menggunakan teknologi terbaru akan dipasang di wilayah-wilayah strategis, sementara lampu lama yang masih layak akan didistribusikan ulang ke daerah pelosok.
“Lampu baru kita tempatkan di kawasan dengan aktivitas tinggi. Sementara lampu lama kita geser ke wilayah yang masih minim penerangan, sehingga pemerataan tetap berjalan,” jelasnya.
Menurutnya, strategi ini tidak hanya mempercepat pemerataan infrastruktur, tetapi juga memastikan seluruh masyarakat merasakan manfaat penerangan tanpa harus menunggu pengadaan baru dalam waktu lama.
Sebagai bagian dari perencanaan, Pemkab Lombok Utara juga telah melakukan studi banding ke Kota Madiun yang dinilai berhasil melakukan percepatan pembangunan penerangan jalan melalui pendekatan serupa.
“Madiun memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan daerah kita, tetapi mereka mampu melakukan lompatan signifikan. Ini menjadi referensi dan motivasi bagi kami untuk mengejar ketertinggalan,” katanya.
Ia optimistis, dengan implementasi program KLU Terang, kualitas infrastruktur di Lombok Utara akan meningkat secara signifikan. Selain berdampak pada kenyamanan dan keselamatan masyarakat, penerangan jalan juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat daya tarik sektor pariwisata.
“Penerangan jalan bukan hanya soal lampu, tetapi menyangkut keamanan, aktivitas ekonomi malam hari, hingga citra daerah sebagai destinasi wisata. Ini investasi jangka panjang bagi Lombok Utara,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....