Pemkab Loteng Bahas Antisipasi Bersamaan Nyepi dan Idulfitri

  • 13 Mar 2026 17:19 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah—Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menggelar rapat koordinasi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) guna membahas potensi perayaan Hari Raya Nyepi yang berdekatan bahkan kemungkinan bersamaan dengan Hari Raya Idulfitri tahun ini.

Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah mengatakan, rapat tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar pelaksanaan dua hari besar keagamaan tersebut tetap berjalan dengan aman, tertib, dan saling menghormati antar umat beragama.

Menurutnya, dalam rapat koordinasi yang melibatkan FKUB, OPD terkait, serta unsur lintas sektor itu, dibahas berbagai kemungkinan yang bisa terjadi apabila perayaan Nyepi dan Idulfitri berlangsung pada waktu yang berdekatan.

“Pemkab Lombok Tengah sudah melakukan rapat koordinasi bersama FKUB, OPD terkait, dan pihak lainnya untuk membahas kemungkinan jika dua hari raya ini berlangsung bersamaan atau berdekatan. Secara teknis nanti akan diatur oleh OPD terkait, terutama Kesbangpol dan instansi lainnya, agar toleransi tetap terjaga,” ujar Nursiah Jumat, 13 Maret 2026.

Ia menjelaskan, salah satu yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan pawai takbiran menjelang Idulfitri. Apabila kegiatan tersebut digelar, maka jalur pawai akan diatur sedemikian rupa agar tidak melewati titik-titik wilayah yang sedang menjalankan perayaan Nyepi.

“Kalau ada pawai takbiran, jalurnya nanti akan diatur supaya tidak melewati wilayah atau titik-titik yang sedang melaksanakan Nyepi. Ini sebagai bentuk saling menghormati,” katanya.

Nursiah menegaskan, langkah-langkah yang disiapkan pemerintah daerah tersebut telah melalui pertimbangan matang bersama berbagai pihak. Hal itu dilakukan agar tidak ada pihak yang merasa terganggu ataupun dirugikan dalam menjalankan ibadah masing-masing.

Ia juga mengungkapkan, di beberapa kecamatan di Lombok Tengah terdapat warga yang menjalankan perayaan Nyepi, sehingga koordinasi lintas sektor menjadi sangat penting untuk memastikan situasi tetap kondusif.

“Di beberapa wilayah memang ada masyarakat yang melaksanakan Nyepi. Karena itu lintas sektor sepakat untuk memperkuat dan mengutamakan nilai toleransi, sehingga semua kegiatan keagamaan bisa berjalan aman, nyaman, dan khidmat,” jelasnya.

Menurut Nursiah, menjaga toleransi antar umat beragama merupakan kunci utama dalam menjaga kondusivitas daerah. Dengan saling menghormati, masyarakat diharapkan dapat merayakan hari besar keagamaan masing-masing tanpa menimbulkan gangguan.

“Yang paling penting adalah menjaga toleransi, agar wilayah kita tetap aman dan semua masyarakat bisa menjalankan ibadahnya dengan tenang,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....